(Ni Putu Rika Anggi Fitria)

Time to Read: 4 minutes

Presiden Indonesia, Joko Widodo, memutuskan untuk memulai masa new normal pada tanggal 1 Juni 2020. Pada masa pandemi COVID-19, hampir seluruh destinasi wisata ditutup sementara untuk mengurangi rantai penyebaran virus COVID-19. Setelah memasuki masa new normal, pariwisata mulai berani untuk dibuka dan dapat dikunjungi oleh para wisatawan dengan mematuhi protokol kesehatan new normal. Salah satu destinasi yang dipilih oleh wisatawan yaitu mengunjungi gunung. 

Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang dipilih oleh wisatawan atau masyarakat untuk dapat menikmati liburan. Bagi kalian yang memiliki rencana untuk memulai masa new normal dengan mendaki gunung mungkin adalah pilihan yang tepat. Bagi kalian yang belum pernah mencoba untuk mendaki gunung dan memiliki rencana untuk mendaki gunung, jangan lewatkan tips mendaki aman bagi pemula. Mendaki pada waktu pertama kali, tidak seperti yang dibayangkan, karena perlu menyiapkan beberapa hal, di antaranya:

Kesehatan Fisik

Ilustrasi Fisik Pendaki (unsplash.com)

Hal yang pertama dan utama yang perlu disiapkan untuk mendaki gunung yaitu kesehatan fisik. Untuk dapat mendaki gunung diperlukan tenaga yang tidak sedikit, apabila badan yang tidak sehat, akan sulit untuk mendaki gunung hingga puncak. Sebelum mendaki gunung, untuk menjaga kesehatan fisik, dapat dilakukan dengan berolahraga yang rutin sehingga tubuh tidak kaget saat mendaki gunung nantinya. Olahraga dalam menjaga kesehatan fisik dapat dilakukan secara perlahan, tidak memaksa kemampuan badan, agar kesehatan didapatkan dengan lebih maksimal. Selain itu, dapat dilakukan dengan menjaga pola makan sebelum mendaki, dengan memperbanyak minum air putih sehingga dapat menjaga stabilitas cadangan air dalam tubuh. 

Fokus Pikiran

Sebelum memulai untuk mendaki gunung, kalian juga harus meningkatkan fokus pikiran. Meningkatkan fokus pikiran dapat dilakukan dengan bermain permainan yang dapat mengasah kinerja dari otak, yang diantaranya sudoku, rubik, teka-teki silang serta permainan lainnya. Kesiapan mental dan pikiran diperlukan agar memastikan kalian berani untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapi saat memulai untuk mendaki gunung. 

Pertimbangan Cuaca serta Kondisi Gunung

Ilustrasi Cuaca (unsplash.com)

Pertimbangan cuaca sangat diperlukan saat hendak memulai untuk mendaki gunung. Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau, sehingga sangat disarankan untuk memulai pendakian yaitu pada musim kemarau, sekitar Bulan Maret sampai Agustus. Selain kondisi cuaca saat mendaki, kondisi gunung yang ingin didaki juga perlu untuk diperhatikan. Hindari gunung yang berstatus waspada ya!

Awali dengan Gunung Bermedan Ringan

Sebagai permulaan, sebaiknya memilih gunung dengan medan yang ringan. Sebagai pemula, tentunya kalian belum tahu mengenai rintangan dan hambatan yang sekiranya akan terjadi saat mendaki nantinya. Dengan memilih medan yang ringan, dapat memudahkan kalian saat perjalanan mendaki lebih menikmati pengalaman mendaki saat pertama kalinya. 

Perlengkapan Secukupnya

Ilustrasi Perlengkapan Mendaki (unsplash.com)

Sebagai pemula dalam mendaki gunung, bawalah perlengkapan secukupnya, dan dianjurkan tidak membawa barang yang terlalu banyak. Perlengkapan yang sekiranya tidak dibutuhkan, dianjurkan untuk tidak dibawa saat pertama kali mendaki gunung, seperti baju dengan jumlah yang berlebihan maupun perlengkapan kecantikan. Perlengkapan yang perlu untuk dibawa salah satunya yaitu kantong plastik, yang dimana akan berguna sebagai tempat menyimpan barang-barang yang mudah basah dan sebagai tempat penyimpanan barang elektronik ketika hujan melanda sehingga tetap dalam keadaan yang aman. 

Makanan Secukupnya

Selain perlengkapan yang secukupnya, jumlah makanan juga dianjurkan dibawa sesuai porsinya dan tidak berlebih. Makanan diperlukan agar kalian tetap dapat mendapatkan tenaga melalui makanan tersebut saat perjalanan mendaki atau dapat memakannya saat telah berada di puncak gunung. 

Pergi Berkelompok

Ilustrasi Mendaki Berkelompok (unsplash.com)

Sebagai pendaki pemula, diusahakan untuk berpergian berkelompok. Walaupun kalian lebih suka me-time, tetapi apabila pertama kali mendaki, sangat dianjurkan untuk tidak berpergian sendiri. Kalian dapat pergi bersama teman atau orang terdekat yang menurut kalian benar-benar dekat dan merasa nyaman saat pergi bersama mereka. Pergi kelompok dapat menjaga satu sama lain, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya, akan ada teman-teman yang akan membantu saat perjalanan pendakian. 

Menjaga Sikap yang Baik

Sebagai pemula, menjaga sopan santun adalah hal yang selalu perlu untuk dilakukan. Selalu bersikap baik dengan sesama pendaki, penduduk lokal serta selalu menjaga kebersihan lingkungan pendakian. Gunung di Indonesia masih terkenal kental akan kemistisannya, dianjurkan untuk selalu menjaga sopan santun serta tidak berkata kasar terlebih kotor selama pendakian agar sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi. 

Berdoa

Hal terakhir yang perlu diperhatikan sebagai pemula dalam mendaki gunung adalah tidak lupa berdoa. Meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum melakukan pendakian adalah salah satu hal yang dapat mendorong pikiran kalian agar terus berpikir positif dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah menarik kan, ternyata banyak hal yang bisa kita persiapkan agar pengalaman mendaki gunung bisa lebih aman dan menyenangkan. Atourin juga memiliki kampanye atau campaign bertajuk The Travellers Power loh! Yang intinya adalah mengajak masyarakat untuk menjadi pejalan yang bertanggungjawab. Silahkan cek website Atourin untuk detailnya ya, kamu tentu bisa ikut serta dalam kampanye ini.