Time to read: 4 menit 

(Shella Efelinna Rudiyanto)

Tahun Baru Imlek adalah hari pertama Kalender Bulan Tionghoa dan selalu dinantikan oleh etnis Tionghoa. Kata “Imlek” berasal dari bahasa Hokkian, yang berarti kalender lunar. Menurut perhitungan Kalender Gregorian, selalu jatuh pada bulan Januari atau Februari. Tahun 2021, Tahun Baru Imlek jatuh di tanggal 12 Februari. 

Pada saat Tahun Baru Imlek, etnis Tionghoa akan mengunjungi atau berkumpul bersama dengan anggota keluarga seperti saat Hari Raya Idul Fitri bagi muslim. Ada pula berbagai tradisi yang dilaksanakan antara lain membersihkan rumah satu hari sebelum Imlek untuk membuang segala keburukan, tradisi sembahyang pada leluhur yang sudah meninggal, mendekorasi rumah, dan menggunakan pakaian beserta aksesoris dengan warna merah. Mereka percaya warna merah ini melambangkan keselamatan atau keberuntungan di tahun baru. Satu tradisi yang selalu dinanti dan selalu ada, yaitu bagi-bagi angpao. Bagi-bagi angpao ini dilakukan oleh anggota keluarga yang sudah berkeluarga untuk anak-anaknya.

Tahun Baru Imlek menjadi semakin berkesan dihabiskan dengan keluarga karena kuliner khasnya dan destinasi wisata di Indonesia yang wajib dikunjungi. Beberapa kuliner khas Imlek yang populer dan mudah ditemukan menjelang Imlek adalah kue keranjang, mie panjang umur, dan buah jeruk. Selalu ada makna dari adanya makanan ini. Kue keranjang terbuat dari tepung ketan dan gula. Teksturnya kenyal, lengket, dan rasanya manis. Makna makanan ini, yakni suka cita dan kemakmuran. Sedangkan mie panjang umur, sesuai dengan namanya melambangkan keinginan memiliki umur yang panjang. Perbedaan dengan mie panjang umur dan mie pada umumnya ialah memiliki ukuran yang lebih panjang. Kemudian, buah jeruk melambangkan buah pembawa rezeki. Liburan Tahun Baru Imlek yang Sobat Atourin habiskan bersama keluarga dengan berbagai tradisi dan kulinernya tentu rasanya sudah menyenangkan. Namun, apabila ditambah dengan mengunjungi destinasi wisata di Indonesia berikut ini, pasti bisa membuat liburan  tersebut menjadi sangat berkesan. 

Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang 

Gambar Klenteng Sam Poo Kong. Foto: canva.com

Kelenteng Sam Poo Kong merupakan tempat yang didedikasikan untuk Laksamana Cheng Ho yang pernah berlabuh di pesisir utara Jawa dan berada di Jalan Simongan Raya, Semarang Jawa Tengah. Ketika berkunjung, terdapat empat kelenteng dengan perpaduan arsitektur tradisional Tiongkok dan Jawa yang harus dikunjungi, Kelenteng Dewa Bumi, Kelenteng Juru Mudi, Kelenteng Sam Poo Tay, dan Kelenteng Kyai Jangkar. Menelusuri kelenteng tersebut satu per satu, juga tidak akan mengecewakan karena ada berbagai spot foto yang instagramable. Ditambah lagi, dengan adanya penyewaan pakaian khas Tiongkok untuk anak-anak hingga dewasa. Kamu tidak perlu khawatir momen kalian tidak terabadikan dengan baik karena ada jasa fotografer di tempat ini. Lengkap bukan?

Kota Seribu Kelenteng, Singkawang 

Kelenteng di kota Singkawang. Foto: canva.com

Kota Singkawang, Kalimantan Barat terkenal dengan sebutan Kota Seribu Kelenteng atau Kota Amoy. Sesuai dengan sebutannya, terdapat banyak kelenteng karena etnis Tionghoa yang tinggal di kota tersebut membawa budaya mereka. Beberapa kelenteng tersebut adalah Kelenteng Tridarma Bumi Raya dan Kelenteng Surga Neraka. Selain itu, Singkawang juga terkenal dengan perayaan Cap Go Meh atau hari ke-15 Imlek. Akan ada pawai lampion dan pemberkatan tatung (orang yang dirasuki roh leluhur atau dewa) sebelum Cap Go Meh. 

Patung Dewi Kwan Im, Pematangsiantar

Patung Dewi Kwan Im di Kota Pematangsiantar. Foto: canva.com

Setelah Jawa dan Kalimantan, saatnya beralih ke Sumatera. Di Sumatera Utara, terdapat Patung Dewi Kwan Im setinggi 22,8 meter dengan patung pengawal dan lonceng besar di sekelilingnya. Patung ini terletak di komplek Vihara Avalokitesvara, serta dinobatkan sebagai Patung Dewi Kwan Im tertinggi di Asia Tenggara karena kemegahan dan tingginya. Patung Dewi Kwan Im dibuat selama 3 tahun dan diimpor langsung dari Tiongkok. Lokasinya selalu didatangi banyak wisatawan untuk wisata religi. 

Kawasan Petak Sembilan, Jakarta

DKI Jakarta juga memiliki Kawasan pecinan dengan suasana budaya Tionghoa dan sangat populer, Kawasan Petak Sembilan. Lebih tepatnya, Kawasan pecinan ini terletak di Gang Pancoran, Glodok. Kabarnya, nama Petak Sembilan berasal dari sembilan rumah petak di lokasi tersebut, tetapi kini sudah tidak ada lagi. Di gang dengan hiasan ornamen Tionghoa berwarna merah, ada banyak etnis Tionghoa yang berdagang bahan makanan, perlengkapan ibadah untuk agama Hindu, Budha, Konghucu, serta makanan jadi. Kemudian, sama dengan beberapa rekomendasi wisata sebelumnya, Kawasan Petak Sembilan juga terdapat tempat beribadah untuk etnis Tionghoa, yakni Kelenteng Jin De Yuan dan Vihara Dharma Bakti. Jika kamu ingin wisata ke kawasan ini, jangan lupa untuk mencoba beberapa kuliner populernya, seperti Kopi Tak Kie, Ketupat Gloria 65 Cap Go Meh, dan Bakmie Amoy. 

Tradisi dan kuliner di atas akan menambah suka cita ketika berkumpul bersama keluarga saat Tahun Baru Imlek. Ditambah dengan wisata di Indonesia yang masing-masing memiliki keindahan dan suasana religiusnya membuat setiap momen di hari tersebut akan menjadi momen yang sangat berharga dan dirindukan. Untuk Sobat Atourin yang ingin mencari destinasi wisata lain di Indonesia untuk liburan bersama keluarga di tanggal merah, cek terus website Atourin yang selalu menyediakan rekomendasi destinasi wisata menarik.