Time To Read : 9 minutes

(Windy Meiliyanti Puspita Dewi)

Halo Sobat Atourin dimana pun kalian berada, semoga dalam keadaan sehat ya! Kali ini, kami ingin mengajak kalian untuk mengenal lebih dekat destinasi wisata di daerah yang terkenal dengan julukan “Kota Mangga”. Pada tahu ga sih nama daerahnya apa? Hayoo pasti ada yang ga tau nih. Yuk kita bareng-bareng cari tau ada destinasi wisata apa aja sih di daerah dengan julukan “Kota Mangga” ini.

Buat kalian yang masih belum tau, “Kota Mangga” itu julukan untuk daerah Indramayu. Kenapa disebut demikian? Indramayu sendiri merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat, daerah ini menjadi penghasil mangga yang terkenal manis dan enak. Jenis mangga yang terkenal yaitu mangga cengkir, harumanis, gedong gincu, bapang, kueni, golek, gajah, manalagi dan lainnya. Dengan beragamnya jenis mangga dari daerah ini, akhirnya Indramayu dikenal dengan julukan sebagai “Kota Mangga”. Selain sebagai daerah penghasil mangga, Indramayu juga memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Nah, buat kalian yang belum pernah mengunjungi Indramayu, bisa banget nih baca artikel ini sebagai referensi untuk bucket list liburan kalian ketika pandemi sudah mulai mereda.

Kami merekomendasikan 5 destinasi wisata yang wajib banget untuk dikunjungi Sobat Atourin ketika mengunjungi Indramayu. Yuk disimak ada apa aja!

  1. Pantai Tirtamaya

Foto : Pantai. Sumber : Canva.com

Rekomendasi pertama ada Pantai Tirtamaya, pantai ini terletak di Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat. Letaknya sekitar 20 km dari pusat Kota Indramayu dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju pantai ini. Fasilitas yang diberikan pengelola juga cukup lengkap seperti parkiran yang luas, toilet, mushola, restoran, dan ada tempat penginapan juga. Para pengunjung dapat bermain air atau berenang di sekitar bibir pantai dengan menyewa perahu karet atau ban karena ombak di pantai ini terbilang cukup aman. Jika kalian beruntung, kalian juga bisa melihat pesta laut tahunan atau disebut dengan “Nadran” yang sering diadakan di pantai ini. Selain itu, Pantai Tirtamaya juga memiliki cerita tersendiri, konon katanya pantai ini menjadi tempat persinggahan Ki Buyut Tuban yang merupakan murid dari Sunan Bonang. Beliau diutus untuk menyebarkan ajaran agama Islam di Pulau Jawa bagian Barat. Masyarakat sekitar meyakini bahwa Ki Buyut Tuban tiba di Pantai Tirtamaya menggunakan perahu tradisional. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya makam Ki Buyut Tuban dan perahu kuno yang saat ini diletakkan di sebuah museum dekat Pantai Tirtamaya. Para pengunjung bukan hanya dapat menikmati keindahan pantai ini melainkan juga berwisata sejarah ke makam Ki Buyut Tuban dan museum perahu kuno Ki Buyut Tuban. Untuk berwisata ke pantai ini hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp10.000,00 saja.

2. Hutan Mangrove Karangsong

Foto : Hutan mangrove. Sumber : Canva.com

Nah rekomendasi selanjutnya selain pantai, Indramayu juga memiliki ekowisata yang terletak di Pantai Karangsong yaitu hutan mangrove atau hutan bakau. Pantai Karangsong ini terletak di sebelah utara Kota Indramayu, tepatnya di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ekowisata Pantai Karangsong ini memiliki luas sekitar 25 hektar, para pengunjung dapat berkeliling sambil menghirup udara segar dengan berjalan kaki ataupun menyewa perahu nelayan sebesar Rp15.000,00. Untuk masuk ke Ekowisata Pantai Karangsong ini pengelola membebankan tiket masuk kepada pengunjung berdasarkan kendaraan yang masuk bukan per orang, sebesar Rp5.000,00 untuk motor dan Rp10.000,00 untuk mobil. Pantai ini dibuka setiap hari dari pukul 10.00 – 18.00 WIB.

3. Pulau Biawak Indramayu

Foto : Biawak. Sumber : Canva.com

Rekomendasi selanjutnya ada Pulau Biawak. Tidak hanya pantai dan ekowisata, Indramayu juga masih memiliki tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Kalau di Nusa Tenggara Timur ada Pulau Komodo, di Indramayu ada Pulau Biawak. Pulau Biawak ini terletak di Lemah Abang Kecamatan Eretan. Untuk menuju ke pulau ini, kalian bisa mengikuti paket wisata atau open trip. Namun, karena pengelolaan Pulau Biawak ini masih belum terlalu maksimal sehingga agak sulit untuk menjangkaunya. Biasanya open trip akan dimulai pada dini hari, karena membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk menyebrang ke pulau ini. Untuk biayanya bermacam-macam, tergantung kita memilih paket wisata yang seperti apa, biasanya sekitar Rp250.000,00 untuk 2 hari 1 malam, sudah termasuk tiket PP (pulang pergi Pulau Biawak – Pelabuhan Karangsong). Di Pulau Biawak ini kita bisa melakukan beberapa hal, seperti naik ke atas mercusuar yang dibangun pada masa penjajahan tahun 1872 untuk melihat Pulau Biawak dari ketinggian. Selain itu, kita juga bisa melakukan snorkeling atau diving untuk melihat keindahan terumbu karang yang masih sangat terjaga dan tentu saja melihat biawak-biawak yang jumlahnya mencapai ratusan lebih berlalu-lalang dengan bebas di pulau ini. Namun, ada hal yang perlu diingat jika kalian ingin berkunjung ke pulau ini. Meskipun sudah ada homestay, toilet, dan fasilitas penunjang lainnya, namun fasilitas di pulau ini masih sangat sederhana. Selain itu, di pulau ini juga tidak ada sinyal internet maupun telepon. Listrik hanya menyala dari maghrib sampai dini hari. Bagi Sobat Atourin yang ingin merasakan short escape dari dunia perkotaan dan gadgets, pulau ini sangat cocok untuk dikunjungi.

4. Situs Buyut Banjar

Foto : Hewan monyet. Sumber : Canva.com

Rekomendasi selanjutnya ada situs bersejarah. Pasti banyak yang tidak tahu kalau di Indramayu juga terdapat situs bersejarah. Tempat ini dikenal dengan nama Situs Buyut Banjar, letaknya di Desa Bulak Kidul, Kecamatan Jatibarang. Situs Buyut Banjar ini merupakan tempat wisata sejarah edukatif, di dalamnya terdapat makam Pangeran Surya Negara atau Ki Buyut Banjar dan legenda monyet banjar yang jumlahnya tidak pernah kurang dari 41 ekor. Masyarakat sekitar percaya bahwa 41 ekor monyet itu merupakan prajurit dari Kerajaan Karang Kendal yang mendapat kutukan dari Patih Pangeran Surya Negara dan jumlahnya tidak pernah bertambah atau berkurang. Fasilitas umum di tempat ini cukup lengkap, seperti toilet, mushola, fasilitas parkir yang cukup luas dan penginapan. Untuk memasuki Situs Buyut Banjar ini, kalian hanya dikenakan biaya sebesar Rp5.000,00 dengan jam operasional dari pukul 08.00-18.00 WIB.

5. Alun-Alun Indramayu

Rekomendasi yang selanjutnya ada Alun-Alun Indramayu. Hampir semua daerah pasti memiliki alun-alun. Nah Indramayu juga punya nih Sobat Atourin, letaknya di Jalan Mayjen Sutoyo, Desa Margadadi, Kecamatan Indramayu. Di sana, selain kalian bisa melihat Masjid Agung Indramayu yang letaknya tidak jauh dari alun-alun, kalian juga bisa berwisata kuliner. Terutama dari sore menjelang malam hari, pasti banyak yang berjualan makanan khas Indramayu, seperti rumbah, pindang gombyang, mie ragit, nagasari, dan sebagainya. Untuk Sobat Atourin yang suka hunting fotografi bisa juga nih hunting ke alun-alun Indramayu. Di sana banyak spot foto yang menarik, selain itu letak alun-alun juga dekat dengan Taman Tjimanuk yang juga memiliki spot foto menarik, sangat cocok untuk kalian yang ingin hunting foto-foto yang instagramable.

Nah gimana Sobat Atourin? Menarik bukan objek wisata di Indramayu ini? Buat kalian yang lagi bingung setelah pandemi mau liburan kemana, bisa banget nih dijadiin referensi untuk bucket list kalian. Letak Indramayu juga tidak terlalu jauh dari Jakarta, selain itu banyak objek wisata yang tidak kalah menarik dengan daerah-daerah lain. Kalian bisa berlibur sambil belajar sejarah juga dari daerah yang dijuluki sebagai “Kota Mangga” ini. Buat Sobat Atourin yang mau cari referensi untuk bucket list liburannya, langsung aja cek ke website Atourin ya! Kalian juga bisa merencanakan travel itinerary untuk liburan nanti loh, so tunggu apa lagi? Langsung aja cek website Atourin untuk menyiapkan liburan yang akan datang!