Budaya dan tradisi yang turun-temurun melekat pada masyarakat Bali memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik untuk menyaksikan dan mempelajarinya. Perayaan Nyepi atau Tahun Baru Saka yang identik dengan suasana tenang bagi pengunjung di Pulau Dewata menjadi salah satu alasan untuk berlibur ke Bali dengan cara berbeda.

Hari Raya Nyepi adalah hari di mana umat Hindu memohon kepada Tuhan YME untuk melakukan penyucian Buana Alit (alam manusia) dan Buana Agung (alam semesta). Walaupun saat Hari Raya Nyepi tidak boleh melakukan aktivitas seperti biasa, Sobat Atourin patut mencoba berlibur ke Bali saat perayaan Nyepi. Kenapa? Karena hanya saat Nyepi kamu dapat merasakan dan mengalami 5 hal berikut. 

1. Melihat Ribuan Bintang di Langit Bali

Langit bertabur bintang di Pura Ulun Bratan. Foto: Shutterstock.com

Aktivitas warga yang berkurang selama Hari Raya Nyepi memiliki dampak baik terhadap lingkungan di Bali. Polusi udara dan cahaya yang berkurang berkat pemadaman listrik dan larangan berkegiatan di luar selama satu hari penuh saat perayaan Nyepi membuat pemandangan langit Bali menjadi sangat menawan untuk diabadikan, terutama munculnya ribuan bintang yang terlihat secara kasat mata pada malam hari yang sakral bagi umat Hindu tersebut. 

2. Menyaksikan Berbagai Ritual Keagamaan Umat Hindu 

Upacara Melasti di tepi pantai. Foto: Shutterstock.com

Beberapa hari sebelum Hari Raya Nyepi berlangsung, masyarakat Bali akan melaksanakan Upacara Melasti. Pada Upacara Melasti, umat Hindu membawa segala sarana persembahyangan ke sagara (laut) untuk disucikan. Tak hanya itu, sehari sebelum perayaan Nyepi, Sobat Atourin juga bisa menyaksikan Upacara Mecaru serta Pengerupukan atau yang juga dikenal dengan sebutan pawai Ogoh-Ogoh. 

Upacara Mecaru dilaksanakan masyarakat di rumah masing-masing dengan mempersembahkan sesajen kepada Batara Kala. Tujuannya adalah membersihkan “kotoran” dan memohon agar tidak diganggu. Setelah Upacara Mecaru selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan dengan Upacara Pengerupukan atau Pawai Ogoh-Ogoh, di mana umat Hindu akan menghidupkan api atau obor lalu menyembunyikan kentongan. Setelah itu Ogoh-Ogoh atau boneka raksasa berwujud menyeramkan akan dibawa keliling desa dan dibakar. Pembakaran Ogoh-Ogoh adalah simbolisasi perlawanan manusia terhadap hal-hal negatif yang tidak baik untuk kehidupan.

Sebagai rangkaian terakhir perayaan Tahun Baru Saka, masyarakat Bali juga akan melaksanakan Ngembak Geni dengan mengunjungi Pura, lalu bersilaturahami dengan keluarga maupun tetangga sehari setelah Hari Raya Nyepi. 

3. Menggunakan Fasilitas Hotel Sepuasnya

Fasilitas kolam renang yang menghadap langsung ke alam terbuka  Foto: Shutterstock.com

Bersantai di hotel selama Hari Raya Nyepi adalah cara paling tepat untuk berlibur di Bali, terutama di masa pandemi seperti sekarang. Selama Hari Raya Nyepi berlangsung umat Hindu tidak diperbolehkan bekerja, menyalakan api, bepergian, dan bersenang-senang. Tentunya, wisatawan yang berada di Bali pun harus mengikuti dan menghormati pantangan tersebut dengan tidak keluar hotel saat Hari Nyepi.

Namun, jangan cemas akan mati gaya di kamar hotel. Biasanya, restoran serta fasilitas lain yang ada di hotel tetap akan buka, khusus untuk tamu. Jadi, kamu dapat lebih puas menikmati pengalaman menginap di hotel pilihan. Sobat Atourin juga dapat menghubungi pihak hotel untuk mengetahui ketersediaan aktivitas yang dapat dilakukan saat Hari Raya Nyepi. 

4. Menikmati Sejuknya Udara Bali

Persawahan berundak atau terasering di Ubud Bali. Foto: Shutterstock.com

Moda transportasi umum yang tidak beroperasi sekaligus pemadaman listrik selama 24 jam membuat lingkungan terasa jauh lebih sejuk dari biasanya. Setelah Hari Raya Nyepi, Sobat Atourin dapat berolahraga di luar seperti biasa. Bayangkan melakukan yoga atau jogging sembari menghirup udara pagi yang segar di Pulau Dewata. Pasti tubuh dan pikiran langsung terasa segar! Tak hanya itu, wilayah pusat kota Denpasar dan Ubud yang umumnya ramai oleh wisatawan juga akan sepi sehari setelah Hari Raya Nyepi. Cocok sekali untuk me time, bukan? 

5. Pantai Bali yang Sepi 

Pantai Kuta yang sepi. Foto: Shutterstock.com

Menikmati sunrise di Pantai Sanur atau Pantai Lovina yang sepi juga dapat Sobat Atourin rasakan setelah Hari Raya Nyepi. Hampir seluruh umat Hindu di Bali akan disibukkan dengan kegiatan pasca Hari Raya Nyepi seperti beribadah ke pura serta berkunjung ke rumah keluarga dan tetangga. Hal ini membuat tempat umum akan relatif lebih lengang dan beberapa restoran tutup. Oleh karena itu, setelah puas menikmati sunrise di pantai yang sepi, sebaiknya hubungi terlebih dahulu restoran yang akan kamu tuju untuk sarapan atau makan siang. 

Bagaimana Sobat Atourin? Sekarang sudah tertarik untuk atur jadwal liburan ke Bali belum? 

Jangan lupa untuk cek rekomendasi hotel khusus dari Wego dan nikmati perayaan Nyepi di Bali dengan nyaman! Hotel pilihan Wego ini memberikan berbagai penawaran menarik yang bisa dinikmati Sobat Atourin saat staycation nanti lho! Mulai dari fasilitas lengkap, pelayanan yang ramah, dan masih banyak lagi. 

Sobat Atourin bisa memilih untuk menikmati suasana villa yang tenang serta menyatu dengan alam di Villa Alila Manggis, Karangasem, atau di hotel dengan arsitektur yang Instagramable dan artistik di Artotel Haniman, Ubud. Alternatif lainnya adalah penginapan tipe villa yang stylish di The Sankara Suites & Villas by Pramana, atau villa dengan pemandangan Gunung Batur yang menawan dari Ayodya Batur Villa, Kintamani.

Yuk, cari rekomendasi tiket pesawat dan hotel dengan #JelasHematnya di aplikasi pencari tiket pesawat dan hotel, Wego, yang tersedia gratis di Play Store dan App Store. Tunggu apalagi? Pesan tiket pesawat dan hotel yang telah menerapkan protokol kesehatan untuk liburan Sobat Atourin, hanya di Wego!