Desa Wisata Ulee Lheue di Kota Banda Aceh menawarkan pengalaman perjalanan yang memadukan wisata religi, sejarah, dan keindahan kawasan pesisir. Dalam rangkaian famtrip Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan pada 22 Oktober 2026, peserta diajak mengenal sisi lain Ulee Lheue melalui kunjungan ke masjid bersejarah, perjalanan menggunakan boat wisata, hingga refleksi di situs sejarah tsunami Aceh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengembangan Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan yang diselenggarakan oleh Atourin bersama Bank Indonesia. Melalui pengalaman langsung di destinasi, peserta dapat mengenal potensi wisata lokal sekaligus melihat bagaimana pengalaman wisata yang beragam dapat dikemas dalam perjalanan yang memperhatikan kebutuhan wisatawan Muslim.
Wisata Religi di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue

Perjalanan dimulai dengan mengunjungi Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, salah satu destinasi wisata religi dan sejarah yang dikenal di Banda Aceh. Masjid ini memiliki nilai historis yang kuat, terutama karena tetap berdiri setelah tsunami yang melanda Aceh pada Desember 2004.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Baiturrahim juga menjadi pengingat akan peristiwa tsunami dan keteguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana. Dokumentasi mengenai kondisi masjid setelah tsunami turut menjadi bagian dari cerita sejarah yang dapat dipelajari pengunjung.
Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi peserta famtrip untuk mengenal nilai religi dan sejarah yang melekat pada destinasi, sekaligus memahami pentingnya menjaga tempat-tempat bersejarah sebagai bagian dari identitas lokal.
Menikmati Wisata Bahari dengan Boat Wisata Ulee Lheue
Setelah wisata religi dan sejarah, perjalanan berlanjut dengan pengalaman wisata bahari melalui aktivitas menaiki boat wisata yang mengelilingi perairan Desa Wisata Ulee Lheue.
Aktivitas ini memperkenalkan sisi lain Ulee Lheue sebagai destinasi pesisir. Wisatawan dapat menikmati suasana perairan sekaligus melihat potensi wisata bahari yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman berkunjung ke Banda Aceh.
Keberadaan boat wisata juga menambah pilihan aktivitas bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan Ulee Lheue dengan cara berbeda. Perpaduan wisata religi, sejarah, dan bahari membuat perjalanan di desa wisata ini memiliki pengalaman yang beragam dalam satu rangkaian kunjungan.
Mengenang Sejarah di Kuburan Massal Ulee Lheue

Rangkaian famtrip kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kuburan Massal Ulee Lheue, salah satu situs bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa tsunami Aceh tahun 2004.
Tempat ini menjadi lokasi pemakaman massal bagi para korban tsunami dan memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah masyarakat Aceh. Kunjungan ke situs ini mengajak peserta untuk mengenang para korban sekaligus memahami dampak besar bencana yang pernah terjadi di wilayah tersebut.
Berbeda dari aktivitas wisata pada umumnya, kunjungan ini menghadirkan ruang untuk refleksi dan penghormatan. Keberadaan situs sejarah seperti Kuburan Massal Ulee Lheue juga memperlihatkan bahwa pengalaman wisata dapat menjadi sarana untuk mengenal sejarah, memahami nilai kemanusiaan, dan menjaga ingatan kolektif masyarakat.
Menutup Perjalanan dengan Istirahat dan Kebersamaan

Setelah mengikuti rangkaian aktivitas, peserta mendapatkan waktu untuk beristirahat, menikmati coffee break bernuansa Islami, dan melaksanakan salat Asar sebelum penutupan kegiatan famtrip.
Pengaturan waktu untuk beribadah menjadi bagian dari pengalaman perjalanan ini, sejalan dengan pendekatan wisata ramah Muslim yang memperhatikan kebutuhan wisatawan dalam menjalankan aktivitas keagamaan selama berwisata.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan dan penutupan kegiatan famtrip, sebelum peserta bersiap kembali ke rumah masing-masing.
Desa Wisata Ulee Lheue, Destinasi dengan Pengalaman yang Beragam

Desa Wisata Ulee Lheue memperlihatkan bagaimana potensi wisata religi, sejarah, dan bahari dapat menjadi bagian dari satu pengalaman perjalanan. Mulai dari Masjid Baiturrahim, aktivitas boat wisata, hingga kunjungan ke Kuburan Massal Ulee Lheue, setiap destinasi menawarkan perspektif berbeda tentang kawasan pesisir Banda Aceh.
Melalui program Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan, Atourin dan Bank Indonesia turut mendorong pengenalan potensi desa wisata serta penguatan pengalaman wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.
Pengalaman famtrip ini menjadi salah satu cara untuk mengenal Ulee Lheue lebih dekat, tidak hanya sebagai kawasan pesisir, tetapi juga sebagai destinasi yang menyimpan nilai religi, sejarah, dan pembelajaran.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh, Desa Wisata Ulee Lheue dapat menjadi pilihan untuk mengenal kekayaan pengalaman wisata Aceh dalam satu perjalanan yang bermakna.
Menyusuri Wisata Religi, Sejarah Tsunami, hingga Bahari di Desa Wisata Ulee Lheue