Jakarta, Oktober 2026 — Atourin berkolaborasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam pelaksanaan Program Deepening Desa Brilian 2026 dengan tema Desa Wisata. Program ini melibatkan 148 desa wisata dari seluruh Indonesia melalui rangkaian pelatihan dan sharing session yang diselenggarakan secara daring pada 12–14 Oktober 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas pengelola desa wisata melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang pemetaan potensi, pemasaran dan penyusunan paket wisata, aspek legal kerja sama, serta manajemen keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kick-off dan sosialisasi program pada 7 Oktober 2026 melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut memperkenalkan tahapan program, mekanisme pelaksanaan, kriteria penilaian, serta Village Milestone Tracker (VMT) kepada para peserta.

Acara diawali dengan kata pengantar dari Benarivo Triadi Putra, CEO Atourin, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembukaan oleh Muhammad Candra Utama, Senior Executive Vice President Micro Business Empowerment PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pembukaan acara secara resmi disampaikan oleh Reza Pahlevi, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI.

Selanjutnya, Anis Muthia selaku Project Manager Desa Brilian 2026 memaparkan rangkaian program, teknis pelaksanaan, kriteria penilaian, dan penggunaan VMT sebagai bagian dari mekanisme program.

Penguatan Kapasitas melalui Empat Topik Pelatihan

Rangkaian pelatihan yang berlangsung selama tiga hari menghadirkan narasumber dengan keahlian di bidang pengembangan pariwisata, pemasaran, kemitraan, dan pengelolaan keuangan.

Pada hari pertama, 12 Oktober 2026, peserta mengikuti pelatihan Pemetaan Potensi Desa Wisata yang disampaikan oleh Endah Ruswanti, Ketua Tim Analisis Dampak Pengembangan Masyarakat Sadar Wisata. Sesi dilanjutkan dengan materi Manajemen Pemasaran dan Paket Wisata oleh Reza Permadi, Dosen Destinasi Pariwisata BINUS University.

Pada hari kedua, 13 Oktober 2026, Kelik Suryo, Ketua Caventer Indonesia, menyampaikan materi Aspek Legal dan Kerja Sama dengan Pihak Ketiga. Pada hari yang sama, Kevin Pratama, Direktur Utama Ruang Kolaborasi Nusantara (RKN), membawakan materi Manajemen Keuangan BUMDes dan Koperasi Desa yang kemudian dilanjutkan pada hari ketiga, 14 Oktober 2026.

Rangkaian materi tersebut mencakup aspek-aspek penting dalam pengelolaan desa wisata, mulai dari mengenali potensi lokal dan mengembangkan produk wisata, memperkuat strategi pemasaran, membangun kemitraan, hingga mendukung tata kelola keuangan yang lebih terarah.

Selain pelatihan, hari ketiga juga menghadirkan sharing session bersama Galuh Alif Fahmi Rizki dari Desa Wisata Tinalah dan Novanda Alim Setya Nugraha dari Desa Wisata Lembah Asri Serang.

Sesi berbagi ini menjadi ruang pertukaran pengalaman dan praktik pengembangan desa wisata antarpeserta. Melalui pembelajaran dari pengalaman pengelola desa wisata lainnya, peserta memperoleh perspektif tambahan yang dapat menjadi referensi dalam mengembangkan potensi dan menghadapi tantangan di desa masing-masing.

Mendorong Pengembangan Desa Wisata Indonesia

Pelaksanaan Program Deepening Desa Brilian 2026 mempertemukan perwakilan desa wisata, fasilitator, dan narasumber melalui kegiatan pembelajaran daring. Keterlibatan 148 desa wisata menunjukkan luasnya partisipasi dalam upaya memperkuat kapasitas pengelola dan mendukung pengembangan potensi pariwisata berbasis desa.

Melalui kolaborasi ini, Atourin dan BRI mendukung penguatan kapasitas pengelola desa wisata melalui pembelajaran yang mencakup aspek strategis dan operasional pengelolaan destinasi.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pengelola desa wisata dalam mengoptimalkan potensi lokal, mengembangkan produk dan layanan wisata, memperluas peluang kemitraan, serta meningkatkan kualitas tata kelola usaha desa.

Kolaborasi Atourin dan BRI melalui Program Deepening Desa Brilian 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung desa wisata Indonesia agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan.