Halo Sobat Atourin! Siapa di antara Sobat Atourin semua yang kalau lihat tanggal merah atau begitu denger bentar lagi bakal libur sekolah, bawaannya pengen langsung packing baju? Liburan sekolah sudah di depan mata, tapi pas ngecek dompet atau saldo rekening, kok isinya malah bikin menghela napas ya? Tenang aja, jangan langsung hapus rencana jalan-jalan kamu!

Siapa bilang liburan seru itu cuma milik mereka yang punya budget melimpah? Sebagai pelajar, kamu tetep bisa kok keliling tempat-tempat baru dengan gaya backpackeran. Kuncinya cuma satu yaitu pintar mengelola uang alias budgeting yang matang. Nah, biar impian liburanmu nggak sekadar jadi wacana, yuk kepoin tips budgeting backpackeran antimiskin berikut ini!
1. Riset Sambil Bikin “Anggaran Khayal” yang Realistis
Langkah pertama sebelum kamu melangkah keluar rumah adalah melakukan riset sedetail mungkin. Jangan cuma cari tempat yang foto-able di Instagram, tapi cari tahu juga berapa harga tiket masuknya, tarif transportasi ke sana, sampai harga makanan termurah di sekitarnya. Setelah dapat datanya, bikin simulasi anggaran. Mulai dari pos transportasi, akomodasi, makan, sampai dana darurat. Inget ya, bikin anggarannya harus realistis, jangan terlalu pelit sampai bikin kamu kelaparan di jalan. Nah, dengan bikin anggaran yang realistis, kamu jadi tau berapa besar dana yang harus kamu siapkan.
2. Manfaatkan Kesaktian “Student Card”
Ini dia senjata rahasia yang sering banget dilupakan sama pelajar. Kartu pelajar kamu itu bukan cuma pajangan di dalam dompet, lho! Banyak banget tempat wisata, museum, taman nasional, bahkan beberapa moda transportasi umum yang memberikan diskon khusus buat pemegang kartu pelajar. Sebelum bayar tiket, selalu biasakan buat nanya, “Kak, ada diskon buat pelajar nggak?” Lumayan banget kan, potongan harganya bisa dialihkan buat beli camilan atau nambah ongkos naik angkutan umum.
3. Terapkan Metode “Amplop Digital”
Biar uang liburan nggak lenyap entah ke mana, pisahkan dana kamu ke dalam beberapa akun dompet digital (e-wallet) atau rekening bank yang berbeda. Misalnya, satu akun khusus buat bayar penginapan dan transportasi (dana mati yang nggak boleh diganggu), satu akun buat makan harian, dan satu lagi buat pegangan tunai di kantong. Dengan memisahkan pos-pos ini secara digital, kamu nggak bakal kebablasan jajan pake uang yang harusnya buat tiket pulang.
4. Cari Kasur, Bukan Kemewahan
Ingat prinsip utama backpacker: kamu pergi buat mengeksplorasi destinasi wisata, bukan buat tidur seharian di dalam kamar. Jadi, lupakan dulu hotel berbintang dengan fasilitas kolam renang estetik. Carilah hostel tipe dormitory (kamar asrama) atau homestay lokal. Selain harganya jauh lebih murah karena sistemnya berbagi ruangan, kamu juga bisa dapet kesempatan emas buat kenalan dan bertukar cerita sama backpacker lain dari berbagai daerah atau bahkan luar negeri. Seru, kan?
5. Memanfaatkan Transportasi Publik
Kalau jarak destinasinya cukup jauh, berburulah tiket kereta api kelas ekonomi dari jauh-jauh hari. Begitu sampai di kota tujuan, hindari penggunaan ojek atau taksi online secara terus-menerus karena itu bisa bikin kantong boncos seketika. Manfaatkan bus kota, angkot, atau MRT/LRT kalau ada. Kalau perginya bareng geng kamu, menyewa sepeda motor seharian sering kali jauh lebih hemat dan fleksibel buat blusukan ke tempat-tempat tersembunyi.
6. Kuliner “Blusukan” di Pasar Tradisional
Makan adalah salah satu pos pengeluaran terbesar yang sering kali bikin liburan jadi over-budget. Biar aman, hindari makan di kafe-kafe hits yang harganya mahal cuma karena menang tempat. Cobalah beralih ke warung tenda, street food, atau pasar tradisional terdekat. Selain harganya ramah di kantong pelajar, rasa makanan di pasar tradisional biasanya jauh lebih autentik dan porsinya melimpah.
Tips tambahan: selalu bawa botol minum sendiri (tumblr) dari rumah biar kamu nggak perlu bolak-balik beli air mineral kemasan di jalan.
7. Waspadai “Hidden Cost” yang Suka Ngeselin
Sering ngerasa uang cepat habis padahal berasa nggak beli apa-apa? Nah, bisa jadi kamu jadi korban hidden cost alias biaya tak terduga. Contohnya: biaya parkir di setiap sudut tempat, biaya admin penarikan ATM bank lain, jasa pemandu lokal dadakan, sampai harga suvenir yang sengaja dinaikkan khusus turis. Makanya, selalu siapkan dana cadangan sekitar 10-15% dari total budget khusus buat mengantisipasi hal-hal kecil kayak gini.
Yuk, Mulai Susun Rencana!
Gimana? Ternyata liburan seru itu nggak harus mahal dan ribet, kan? Dengan perencanaan budgeting yang rapi, kamu bisa menikmati masa liburan sekolah dengan maksimal tanpa perlu nunggu kaya atau bikin orang tua pusing kepala. Yang terpenting dari sebuah perjalanan adalah pengalaman, cerita, dan pelajaran baru yang kamu dapatkan di sepanjang jalan.
Jadi, tunggu apa lagi? Ambil kertas, ajak teman-teman satu frekuensi kamu, dan mulai susun rencana backpackeran versimu sendiri. Selamat merencanakan liburan, Sobat Atourin!