Bukittinggi, 7 Oktober 2026 — Upaya memperkuat potensi desa wisata ramah Muslim di Indonesia terus berlanjut. Setelah pelaksanaan kegiatan di Jawa Barat, Atourin bersama Bank Indonesia kembali menyelenggarakan pelatihan bagi pengelola desa wisata terpilih, kali ini di Desa Wisata Sanjai, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 6–7 Oktober 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan yang mencakup lima provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatra Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Melalui program ini, desa wisata terpilih didorong untuk semakin mengoptimalkan potensi lokal serta meningkatkan kesiapan dalam mengembangkan dan memasarkan produk pariwisata ramah Muslim.

Di Sumatra Barat, terdapat tiga desa wisata yang menjadi peserta program, yaitu Desa Wisata Sanjai di Kota Bukittinggi, Desa Wisata Koto Gadang di Kabupaten Agam, dan Desa Wisata Kubu Gadang di Kota Padang Panjang.

Memperkuat Kapasitas Desa Wisata melalui Pelatihan

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi kesempatan bagi pengelola desa wisata untuk meningkatkan keterampilan dalam memperkenalkan potensi destinasi kepada wisatawan. Pengemasan informasi dan promosi yang menarik menjadi salah satu aspek penting agar daya tarik desa wisata dapat dikenal lebih luas.

Melalui penguatan kapasitas, desa wisata diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, tetapi juga mengomunikasikannya dengan lebih efektif kepada calon wisatawan. Hal ini mencakup bagaimana destinasi, aktivitas wisata, serta produk lokal dapat diperkenalkan melalui konten dan strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan kanal digital.

Pengembangan pariwisata ramah Muslim juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berwisata yang memperhatikan kebutuhan wisatawan Muslim, tanpa meninggalkan karakter, budaya, dan kearifan lokal masing-masing desa.

Berlanjut dengan Familiarization Trip ke Tiga Desa Wisata

Setelah pelatihan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan familiarization trip atau famtrip pada 8–10 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal secara langsung potensi yang dimiliki ketiga desa wisata terpilih di Sumatra Barat.

Famtrip menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat daya tarik destinasi, aktivitas wisata, serta potensi produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman perjalanan bagi wisatawan.

Kunjungan ke desa wisata juga memberikan gambaran mengenai kekayaan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Sanjai, Koto Gadang, dan Kubu Gadang memiliki karakter serta daya tarik tersendiri yang dapat menjadi bagian dari pengembangan produk wisata berbasis potensi lokal.

Melalui pengalaman langsung di lapangan, berbagai potensi tersebut diharapkan dapat semakin dikenali dan dikembangkan agar memiliki nilai tambah bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.

Mendorong Potensi Desa Wisata Sumatra Barat

Pelatihan dan famtrip ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Atourin dan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan. Peningkatan kapasitas pengelola, pengenalan potensi destinasi, serta penguatan pemasaran diharapkan dapat berjalan beriringan untuk mendukung perkembangan desa wisata.

Dengan terlibatnya Desa Wisata Sanjai, Desa Wisata Koto Gadang, dan Desa Wisata Kubu Gadang, program ini diharapkan dapat membantu ketiga desa semakin mengoptimalkan keunikan masing-masing sekaligus memperluas jangkauan promosi produk pariwisatanya.

Ke depannya, pengembangan potensi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam kegiatan pariwisata serta memperkuat posisi desa wisata sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman autentik dan ramah bagi wisatawan Muslim.