Hai Sobat Atourin! Kalau mendengar kata “Ubud”, apa sih hal pertama yang terlintas di pikiran kamu? Sawah terasering yang hijau, udara pagi yang magis, atau deretan kafe aesthetic tempat work from Bali? Semua itu emang nggak salah. Tapi tahu nggak, kalau Ubud punya sisi lain yang jauh lebih intim dan magis untuk dieksplorasi?
Kalau kamu bosan dengan gaya liburan yang cuma foto-foto di tempat mainstream, catat tanggal ini di kalender kamu: 5–7 Juni 2026. Yap! Event tahunan yang super keren, Ubud Open Studios (UOS) 2026, bakal kembali hadir untuk edisi kelimanya! Kebayang kan bakal se-seru apa kualitas acaranya? Di acara ini, kamu nggak cuma diajak melihat seni, tapi “masuk” ke dalam dunia para penciptanya. Penasaran kenapa event ini seru banget? Yuk, kita bedah bareng-bareng!
Bukan Galeri Biasa, Ini “Dapur Rahasia” Para Seniman

Selama ini, kalau kita menikmati karya seni—baik itu lukisan, patung, keramik, atau kain tenun—biasanya kita melihatnya dalam kondisi sudah rapi terpajang di galeri atau museum yang sunyi. Kita cuma melihat hasil akhirnya.
Nah, Ubud Open Studios mendobrak batasan itu.
Event ini membuka pintu studio pribadi puluhan seniman, pengrajin, dan desainer top yang menetap di Ubud. Kamu dibolehkan masuk ke ruang kerja mereka yang biasanya tertutup untuk umum. Kamu bisa mencium bau cat minyak yang khas, melihat debu pahatan kayu yang beterbangan, sampai melihat coretan-coretan sketsa pertama yang gagal sebelum menjadi karya masterpiis. Seru banget, kan?
Ngobrol Intim dan Belajar Langsung dari Ahlinya
“Seni itu bukan cuma tentang apa yang kita lihat, tapi tentang cerita di baliknya.”
Hebatnya lagi, para seniman ini bakal ada di sana buat menyambut kamu. Kamu bisa ngobrol langsung, nanya tentang inspirasi mereka, sampai diskusi soal teknik yang mereka pakai. Nggak perlu minder kalau kamu ngerasa “nggak paham seni”, karena para kreator di sini justru senang banget berbagi cerita dengan siapa saja.
Mulai dari seniman kriya tradisional Bali yang menjaga warisan leluhur, sampai seniman kontemporer ekspatriat dari berbagai belahan dunia—semuanya berkumpul di sini. Ini adalah momen langka di mana sekat antara penikmat dan pembuat seni benar-benar melebur.
Menghidupkan Wisata yang Berkelanjutan (Regenerative Tourism)
Selain dapet pengalaman yang berkesan, dengan ikutan Ubud Open Studios, kamu juga sudah mempraktikkan cara berwisata yang bertanggung jawab, lho.
Event ini mendukung langsung ekosistem ekonomi kreatif lokal. Kamu bisa membeli karya langsung dari senimannya tanpa perantara, atau bahkan mengikuti mini workshop yang mereka adakan. Secara nggak langsung, kita ikut menjaga agar denyut nadi kesenian di Ubud tetap hidup dan lestari. Pulang liburan, kamu nggak cuma bawa suvenir biasa, tapi membawa cerita dan koneksi mendalam dengan manusia di baliknya.
Tips Biar Pengalaman UOS Kamu Makin Maksimal:
-
Pilih Studio yang Searah: Karena studio para seniman ini tersebar di berbagai sudut Ubud (bahkan ada yang tersembunyi di dalam gang perumahan warga), pastikan kamu bikin itinerary mini biar nggak habis waktu di jalan.
-
Siapkan Kendaraan yang Tepat: Naik sepeda motor biasanya jadi pilihan terbaik buat blusukan ke studio-studio yang lokasinya agak masuk ke dalam.
-
Jangan Sungkan Bertanya: Manfaatkan kesempatan ini buat ngobrol. Siapkan pertanyaan sederhana seperti, “Berapa lama waktu yang dibutuhkan buat menyelesaikan satu karya ini?”
Gimana, Sobat Atourin? Ubud Open Studios membuktikan kalau Ubud itu nggak pernah kehabisan cara buat bikin kita jatuh cinta lagi dan lagi. Liburan selanjutnya, yuk kita geser dari sekadar healing visual ke petualangan rasa dan kreativitas!
Menurut kamu, studio seni jenis apa nih yang paling pengin kamu kepoin duluan? Tulis di kolom komentar, ya!
Mengapa Ubud Open Studios Wajib Masuk Bucket List Destinasi Liburan Kamu!