Desa Wisata Nusa di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, menawarkan pengalaman wisata yang memadukan kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan edukasi lingkungan. Di sini, wisatawan tidak hanya berkunjung untuk menikmati suasana desa, tetapi juga dapat mencoba berbagai aktivitas kreatif bersama masyarakat setempat.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kegiatan famtrip Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan yang diselenggarakan oleh Atourin bersama Bank Indonesia pada Jumat, 23 Oktober 2026. Dalam kunjungan ini, peserta diajak mengenal potensi Desa Wisata Nusa melalui aktivitas membuat anyaman rotan, belajar memasak kue keukarah, mendaur ulang sampah plastik, hingga membuat kerajinan dari daun kelapa.

Berlokasi di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Desa Wisata Nusa mengembangkan pengalaman wisata berbasis potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. Beragam aktivitas edukatif menjadi cara bagi pengunjung untuk mengenal kreativitas, budaya, dan kehidupan masyarakat desa secara lebih dekat.

Belajar Membuat Anyaman Rotan, Mengenal Kerajinan Lokal

Perjalanan famtrip Desa Wisata Nusa dimulai dengan aktivitas membuat anyaman rotan. Dalam kegiatan ini, peserta berkesempatan mengenal proses pembuatan kerajinan sekaligus mencoba keterampilan mengolah bahan menjadi karya anyaman.

Menganyam bukan sekadar kegiatan membuat kerajinan. Aktivitas ini juga memberikan pengalaman untuk memahami proses kreatif di balik produk lokal, mulai dari mengenal bahan hingga membentuknya menjadi benda yang memiliki fungsi dan nilai guna.

Bagi wisatawan yang menyukai aktivitas kreatif, pengalaman menganyam dapat menjadi cara menyenangkan untuk mengenal keterampilan kerajinan lokal. Kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi dengan masyarakat dan mempelajari keterampilan yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

Cooking Class Kue Keukarah, Mengenal Kuliner Tradisional Aceh

Setelah belajar menganyam, peserta mengikuti cooking class untuk mengenal proses pembuatan kue keukarah, salah satu kudapan tradisional Aceh.

Kegiatan memasak bersama menjadi kesempatan untuk mengenal kekayaan kuliner daerah melalui proses pembuatannya. Peserta tidak hanya berkenalan dengan makanan tradisional, tetapi juga dapat memahami bahwa kuliner merupakan bagian penting dari identitas dan budaya masyarakat.

Wisata kuliner berbasis pengalaman seperti ini menghadirkan cara berbeda untuk mengenal sebuah destinasi. Proses memasak dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan makanan tradisional kepada wisatawan.

Melalui aktivitas ini, Desa Wisata Nusa menunjukkan bahwa kuliner dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang interaktif dan memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung.

Belajar Daur Ulang Sampah Menjadi Kotak Tisu

Salah satu aktivitas menarik dalam famtrip ini adalah edukasi daur ulang sampah plastik melalui kegiatan membuat kotak tisu.

Dalam aktivitas tersebut, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan kembali bahan daun cemara menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menunjukkan bahwa material yang kerap dianggap tidak berguna masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk kreatif.

Pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan pariwisata yang lebih bertanggung jawab. Melalui kegiatan praktik langsung, peserta dapat melihat bagaimana kreativitas membantu memperpanjang masa guna suatu bahan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan.

Edukasi lingkungan seperti ini juga memperkaya pengalaman wisata di Desa Wisata Nusa. Wisatawan tidak hanya menikmati aktivitas rekreasi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Desa Wisata Nusa, Wisata Edukasi Berbasis Masyarakat di Aceh Besar

Rangkaian famtrip di Desa Wisata Nusa memperlihatkan bahwa pengalaman wisata tidak selalu harus berfokus pada pemandangan alam atau kunjungan ke objek tertentu. Aktivitas belajar bersama masyarakat juga dapat menjadi daya tarik yang memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Mulai dari membuat anyaman rotan, mengikuti kelas memasak kue keukarah, mendaur ulang sampah plastik menjadi kotak tisu, hingga menganyam daun kelapa, setiap kegiatan memperkenalkan potensi lokal melalui pengalaman langsung.

Pendekatan wisata berbasis masyarakat memberi ruang bagi warga untuk berperan dalam penyediaan aktivitas dan pengalaman wisata. Di sisi lain, wisatawan memperoleh kesempatan untuk mengenal keterampilan, kuliner, dan kreativitas lokal secara lebih dekat.

Kegiatan famtrip ini merupakan bagian dari program Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan yang dijalankan Atourin bersama Bank Indonesia. Melalui pengenalan langsung terhadap potensi desa, kegiatan ini turut mendukung promosi pengalaman wisata yang mengangkat budaya, keterampilan masyarakat, dan potensi lokal.

Tertarik Mencoba Wisata Edukasi di Desa Wisata Nusa?

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda di Aceh, Desa Wisata Nusa dapat menjadi pilihan untuk mengenal budaya dan kreativitas masyarakat melalui kegiatan interaktif.

Terletak di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, desa wisata ini menawarkan pengalaman yang memadukan kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan edukasi lingkungan. Aktivitas seperti membuat anyaman, belajar memasak kue keukarah, dan mengolah sampah plastik menjadi produk kreatif memberikan pilihan pengalaman bagi wisatawan yang ingin belajar sambil berwisata.

Berwisata ke Desa Wisata Nusa bukan hanya tentang mengunjungi sebuah destinasi, tetapi juga tentang belajar dari kreativitas masyarakat dan mengenal lebih dekat kehidupan desa di Aceh Besar.