Aceh, 22 Oktober 2026 — Atourin bersama Bank Indonesia melanjutkan program pengembangan Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan di Provinsi Aceh. Program ini melibatkan tiga desa wisata, yaitu Desa Wisata Ulee Lheue di Kota Banda Aceh, Desa Wisata Nusa di Kabupaten Aceh Besar, dan Desa Wisata Iboih di Kota Sabang. Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan pengembangan kapasitas pengelola desa wisata serta familiarization trip (famtrip) untuk memperkenalkan potensi wisata di masing-masing desa.

Pelatihan offline diselenggarakan pada 20–21 Oktober 2026 di Desa Wisata Nusa, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pengelola desa wisata dalam mengembangkan potensi lokal dan mempromosikan produk wisata ramah Muslim melalui strategi komunikasi yang lebih efektif.

Pelatihan Fotografi, Videografi, dan Digital Marketing untuk Desa Wisata

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber dengan keahlian di bidang visual dan pemasaran digital. Barry Kusuma, fotografer dan videografer profesional, membawakan materi fotografi dan videografi untuk mendukung pembuatan konten promosi destinasi wisata.

Sementara itu, materi digital marketing disampaikan oleh Benarivo Triadi Putra, CEO Atourin. Materi ini berfokus pada pemanfaatan pemasaran digital untuk mempromosikan produk wisata ramah Muslim, sehingga pengelola desa wisata dapat memperkenalkan daya tarik dan pengalaman wisata yang ditawarkan kepada calon wisatawan melalui kanal digital.

Keterampilan fotografi, videografi, dan digital marketing menjadi aspek penting dalam promosi desa wisata. Melalui konten visual yang menarik dan strategi pemasaran digital yang tepat, pengelola dapat menyampaikan informasi mengenai potensi destinasi secara lebih efektif serta memperluas jangkauan promosi kepada pasar yang lebih luas.

Tiga Desa Wisata di Aceh Menjadi Bagian dari Program

Program Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan di Aceh melibatkan tiga destinasi dengan karakteristik dan potensi lokal masing-masing.

Desa Wisata Ulee Lheue berada di Kota Banda Aceh, Desa Wisata Nusa terletak di Kabupaten Aceh Besar, sedangkan Desa Wisata Iboih berada di Kota Sabang. Keterlibatan ketiga desa ini menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi wisata daerah melalui peningkatan kapasitas pengelola dan pengenalan pengalaman wisata kepada calon wisatawan.

Setelah pelatihan offline, rangkaian program dilanjutkan dengan famtrip pada 22–24 Oktober 2026. Kegiatan ini mencakup kunjungan ke Desa Wisata Ulee Lheue, Desa Wisata Nusa, dan Desa Wisata Iboih untuk mengenal potensi serta daya tarik wisata yang dimiliki masing-masing desa.

Mendorong Promosi dan Pengembangan Wisata Ramah Muslim

Melalui program ini, Atourin dan Bank Indonesia mendorong penguatan kapasitas pengelola desa wisata agar semakin siap mengembangkan dan mempromosikan potensi lokal. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu desa wisata memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan produk dan pengalaman wisata ramah Muslim kepada lebih banyak calon wisatawan.

Pengembangan desa wisata juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam ekosistem pariwisata melalui potensi dan produk lokal yang dimiliki. Dengan dukungan peningkatan keterampilan dan promosi yang lebih terarah, desa wisata diharapkan dapat semakin siap menjangkau pasar serta mengembangkan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, Atourin dan Bank Indonesia melanjutkan upaya mendukung pengembangan Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan, termasuk di Provinsi Aceh, dengan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola, pemanfaatan pemasaran digital, dan pengenalan potensi destinasi wisata berbasis lokal.