Atourin bersama Bank Indonesia melanjutkan program pengembangan Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini melibatkan tiga desa wisata, yaitu Desa Wisata Aik Berik dan Desa Wisata Sasak Ende di Kabupaten Lombok Tengah, serta Desa Wisata Sedau di Kabupaten Lombok Barat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan offline pada 27–28 Oktober 2026 di Desa Wisata Aik Berik, Lombok Tengah. Setelah pelatihan, program dilanjutkan dengan familiarization trip (famtrip) pada 29–31 Oktober 2026 untuk mengenal potensi wisata di ketiga desa tersebut.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam mengembangkan potensi lokal dan memperkuat promosi produk wisata ramah Muslim melalui fotografi, videografi, dan pemasaran digital.

Pelatihan Fotografi, Videografi, dan Digital Marketing untuk Desa Wisata

Pelatihan pengembangan Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan di NTB menghadirkan dua narasumber dengan bidang keahlian yang saling melengkapi.

Barry Kusuma, fotografer dan videografer profesional, membawakan materi fotografi dan videografi. Materi ini mendukung peningkatan kemampuan pengelola desa wisata dalam menghasilkan konten visual untuk memperkenalkan daya tarik destinasi, aktivitas wisata, dan potensi lokal kepada calon pengunjung.

Sementara itu, materi digital marketing disampaikan oleh Putri Nur Aisyah, Digital Marketing Specialist Atourin. Pembekalan ini berfokus pada pemanfaatan pemasaran digital untuk mempromosikan produk wisata ramah Muslim dan memperluas jangkauan informasi mengenai destinasi.

Fotografi, videografi, dan pemasaran digital menjadi bagian penting dalam pengembangan promosi desa wisata. Melalui konten yang menarik dan strategi komunikasi yang tepat, pengelola dapat menyampaikan informasi destinasi secara lebih efektif serta menjangkau calon wisatawan melalui berbagai kanal digital.

Tiga Desa Wisata di NTB dalam Program Pengembangan Wisata Ramah Muslim

Program ini melibatkan tiga desa wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Setiap desa memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata bagi pengunjung. Seperti Desa Wisata Aik Berik yang menjadi tuan rumah dari pelatihan selama dua hari pada 27–28 Oktober 2026, beserta dua Desa lainnya yaitu Desa Wisata Sasak Ende dan Desa Wisata Sedau.

Setelah pelatihan offline di Desa Wisata Aik Berik, rangkaian program dilanjutkan dengan famtrip pada 29–31 Oktober 2026. Kegiatan ini mencakup Desa Wisata Aik Berik, Desa Wisata Sasak Ende, dan Desa Wisata Sedau.

Melalui famtrip, potensi desa wisata diperkenalkan melalui pengalaman langsung di destinasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung promosi pariwisata berbasis potensi lokal dan memperkenalkan ragam pengalaman wisata yang dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Pengalaman langsung di desa wisata dapat membantu memperlihatkan karakter setiap destinasi sekaligus memberikan gambaran mengenai peluang pengembangan produk wisata. Hal ini menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong promosi yang lebih informatif dan relevan bagi calon wisatawan.

Mendorong Pengembangan Desa Wisata Ramah Muslim di Nusa Tenggara Barat

Pengembangan wisata ramah Muslim tidak hanya berkaitan dengan pengenalan destinasi, tetapi juga dengan kesiapan pengelola dalam memahami kebutuhan wisatawan serta mengomunikasikan pengalaman wisata secara tepat.

Melalui program ini, Atourin dan Bank Indonesia mendorong peningkatan kapasitas pengelola desa wisata melalui pelatihan dan pengenalan potensi destinasi. Pembekalan fotografi, videografi, dan digital marketing diharapkan dapat membantu desa wisata mengoptimalkan promosi sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai produk wisata yang ditawarkan.

Program Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan di NTB menjadi bagian dari upaya pengembangan pariwisata berbasis masyarakat melalui penguatan keterampilan, pemanfaatan teknologi digital, dan promosi potensi lokal.

Tidak hanya itu, Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi keempat dari lima provinsi yang menjalankan program pelatihan Desa Wisata Ramah Muslim Unggulan hasil kolaborasi Atourin dan Bank Indonesia. Sebelumnya, program ini telah dilaksanakan di Jawa Barat, Sumatra Barat, dan Aceh. Setelah rangkaian pelatihan dan famtrip di NTB, program akan berlanjut ke Provinsi Jawa Tengah sebagai provinsi terakhir dalam rangkaian pengembangan desa wisata ramah Muslim ini.