Sobat Atourin, udah mulai bosan dengan suasana kota yang padat dan ricuh bikin sakit kepala? Mulai butuh udara segar yang jauh dari polusi? Itu artinya, kamu butuh liburan ke tempat yang asri, syahdu, dan tenang. Udah kepikiran tempat atau destinasinya belum nih buat liburan besok? Kalau belum, Atourin Team punya rekomendasi tempat buat kamu kunjungi lhoh! Kita main tebak-tebakan yaa!

Destinasi yang satu ini merupakan desa wisata yang sudah mendunia. Desa wisata ini memiliki tata ruang yang sangat rapi. Gak cuma rapi, tapi juga memiliki arsitektur bangunan yang seragam. Selain itu, desa wisata ini berkali-kali dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Sobat Atourin udah punya tebakan belum nih? Yaps, jawabannya adalah Desa Wisata Penglipuran, Bali.

Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Desa Adat Penglipuran ini merupakan satu kawasan yang memiliki tatanan spesifik dari struktur desa tradisional yang kemudian menjadi ciri khas tersendiri. Begitu sampai di desa ini dan melangkah masuk, Sobat Atourin akan disambut dengan pemandangan jalan utama desa yang lurus membelah desa. Barisan gerbang rumah yang khas, biasa disebut sebagai angkul-angkul, akan terlihat berderet rapu mengikuti kontur tanah yang melandai. Posisi bagian utara desa yang lebih tinggi seolah menjadi puncak, menciptakan perspektif visual yang memesona saat kita memandang ke arah bawah.

Penghargaan yang Pernah Didapat

Nggak cuma cantik di foto-foto yang bisa kita dapatkan dari sosial media. Desa Penglipuran ini sudah mendapat berbagai penghargaan yang nggak main-main lhoh, Sob! Nggak cuma diakui secara nasional tapi juga internasional. Pesona dan kedisiplinan warga setempat yang dimiliki berhasil mencuri perhatian dunia. Salah satu penghargaan ynag paling fenomenal adalah dinobatkannya desa wisata ini sebagai salah satu dari tiga desa terbersih di dunia. Bayangkan, salah satu desa wisata di Indonesia bersanding dengan Desa Giethoorn di Belanda dan desa Mawlynnong di India!

Nggak berhenti sampai di situ saja, Desa Wisata Penglipuran juga pernah menyabet penghargaan dan prestasi lainnya, seperti:

  • Best Low Cost Tourism pada ajang Green Destinations Story Awards 2023
  • Top 100 Sustainable Destinations versi Global Green Destinations Days (GGDD) selama beberapa tahun berturut-turut
  • ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) dari Kemenparekraf karena keberhasilannya menjaga lingkungan sekaligus budaya secara konsisten

Prestasi yang didapat membuktikan kalau menjaga tradisi dan alam kita bisa banget berjalan beriringan dengan kemajuan pariwisata. Keren banget ya, Sob!

Apa Sih yang Bikin Desa Ini Spesial Banget?

 

1. Berwisata Sambil Belajar Budaya

Di desa wisata ini Sobat Atourin akan berjumpa dengan tiga pura, yaitu Pura Penataran, Pura Dalem, dan Pura Puseh. Sobat Atourin bisa menyaksikan berbagai perayaan adat menarik seperti perayaan Galungan, Ritual Ngusaba, atau rutinitas sembahyang. Sebagai bentuk menghormati dan menghargai warga setempat, pastikan ketika berkunjung Sobat Atourin selalu menaati peraturan-peraturan adat yang berlaku saat berkunjung yaa!

2. Berbelanja dan Belajar Membuat Kerajinan Tangan

Selain keindahan setiap arsitektur bangunan dan keasrian lingkungan yang dimiliki, Desa Wisata Penglipuran juga diperkaya dengan kerajinan tangan yang indah. Desa Wisata Penglipuran bak surga bagi pecinta karya seni. Mulai dari kerajinan anyaman bambu, berbagai aksesoris, serta pernak-pernik tradisional yang dijual langsung di depan rumah para pengrajin lokal. Selain itu, Sobat Atourin juga bisa belajar membuat pernak-pernik lho! Seru banget ya, Sob!

3. Mencicipi Kuliner Lokal

Nggak lengkap kalau belum kuliner lokal yang menggugah selera. Kuliner yang wajib dicicipi adalah loloh cemcem dan tipat cantok. Loloh cemcem adalah minuman tradisional khas Desa Wisata Penglipuran berwarna hijau yang terbuat dari berbagai rempah. Sedangkan tipat cantok adalah makanan berbahan ketupat dan berbagai sayuran yang direbus dan diberi bumbu kacang.

Dari Desa Wisata Penglipuran kita belajar bukan cuma tentang kebersihan dan estetika, tapi juga tentang harmoni antara manusia dan alam semesta. Destinasi ini benar-benar bukti kalau menjaga tradisi bisa berbuah prestasi yang mendunia.

Yuk, jadikan Penglipuran sebagai tujuan healing kamu selanjutnya! Stay safe and happy traveling, Sobat Atourin!