Kalau ngomongin tempat wisata bersejarah di Jakarta, apa sih yang pertama kali terlintas di pikiran kamu? Monas? Kota Tua? Atau Museum Fatahillah? Well, siap-siap mindblown, karena sekarang ada satu spot “wisata” baru yang sukses bikin netizen geleng-geleng kepala: Gorong-Gorong Jokowi.
Iya, kamu nggak salah baca. Sebuah gorong-gorong alias saluran air bawah tanah belakangan ini mendadak ramai diulas di Google Maps dan fyp di TikTok. Nggak ada tiket masuk, nggak ada tour guide, apalagi toko suvenir. Tapi, kenapa tempat yang—jujur aja—cuma lubang got ini bisa jadi daya tarik yang bikin banyak orang penasaran? Yuk, kita bedah cerita di baliknya!
Flashback ke 2012: Titik Nol Gaya “Blusukan”

Buat kamu yang mungkin lupa atau masih terlalu kecil di tahun 2012, tahun itu adalah masa di mana istilah blusukan lagi nge-tren banget di Indonesia. Waktu itu, Bapak Joko Widodo (yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta) bikin heboh pemberitaan.
Gimana nggak heboh? Alih-alih cuma duduk manis di ruang AC Balai Kota sambil baca laporan banjir, beliau milih buat terjun langsung. Nggak tanggung-tanggung, beliau masuk ke dalam gorong-gorong yang sempit, gelap, dan pastinya bau, demi mengecek langsung apa yang bikin Jakarta selalu kebanjiran. Aksi nekat ini langsung jadi ikon etos kerja pejabat yang rela “kotor-kotoran” bareng rakyat. Gorong-gorong inilah saksi bisu dari momen legendaris tersebut.
Sihir Netizen dan Peta Digital
Terus, kenapa baru viral sekarang? Nah, di sinilah letak keunikan generasi zaman now. Gorong-Gorong Jokowi ini sebenarnya adalah contoh nyata dari apa yang anak-anak sosiologi sebut sebagai “keajaiban dunia digital” (atau bahasa kerennya: digital placemaking).
Ada netizen iseng yang menandai (nge-pin) lokasi gorong-gorong ini di Google Maps. Alhasil? Ribuan orang ikutan nimbrung! Kalau kamu buka review-nya di Google, kamu bakal ngakak sekaligus takjub. Ada yang ngasih bintang 5 sambil ngasih komentar satir soal politik masa kini, ada yang nulis ulasan ala-ala legenda kerajaan fiktif, tapi nggak sedikit juga yang beneran nulis komentar nostalgia berterima kasih atas kerja keras beliau di masa lalu.
Tempat ini jadi viral justru karena perdebatan dan candaan netizen. Wisatanya bukan cuma datang ke lokasi fisiknya, tapi juga “wisata baca komentar” di internet!
Bukan Sekadar Got Biasa, Ini “Monumen” Bawah Tanah

Di balik absurdnya tempat ini, sebenarnya ada pesan yang dalem banget, lho. Kalau biasanya monumen sejarah itu bentuknya patung gede, pilar tinggi menjulang, dan ada pagar pembatasnya, Gorong-Gorong Jokowi justru sebaliknya.
Ini adalah “monumen” yang letaknya di bawah tanah, diinjak-injak, dan menyatu dengan kehidupan keras jalanan ibu kota. Tempat ini seolah mendobrak aturan bahwa penguasa itu posisinya harus selalu di atas. Gorong-gorong ini jadi simbol kuat gimana jarak antara pejabat elit dan rakyat biasa bisa dihilangkan lewat aksi nyata di lapangan.
Tertarik Buat Mampir?
Bagi anak muda sekarang, datang ke titik Google Maps ini terus bikin video TikTok atau sekadar selfie di pinggir jalannya punya sensasi tersendiri. Rasanya kayak lagi napak tilas sejarah politik modern Indonesia yang nggak diajarin di buku sekolah.
Tapi ingat ya, ini adalah infrastruktur jalan raya dan saluran air yang masih berfungsi. Kalau kamu penasaran dan pengen mampir buat sekadar lihat-lihat atau bikin konten, pastikan tetap hati-hati, perhatikan lalu lintas, dan jangan sampai mengganggu fasilitas umum!
Atau, kalau kamu mager keluar rumah menembus macetnya Jakarta, kamu bisa kok ikut “wisata virtual”. Tinggal ketik “Gorong-Gorong Jokowi” di Google Maps, siapkan camilan, dan selamat menikmati ribuan review netizen yang super kreatif dan menghibur!
Gimana, sudah siap masukin spot unik ini ke dalam bucket list jalan-jalan kamu di Jakarta akhir pekan ini? Jangan lupa share artikel ini ke teman tongkronganmu yang suka hal-hal random!
Mengintip Sejarah Gorong-Gorong Jokowi: Wisata Paling Absurd di Jakarta