Kabupaten Malang gak pernah kehabisan potensi wisata yang menawan apalagi buat pencinta wisata alam. Sobat Atourin tau gak sih? Kalau di Kecamatan Turen menyimpan sebuah permata hijau yang menyejukkan mata dan jiwa yaitu Boon Pring. Terletak di Desa Sanankerto, destinasi ini bukan sekadar taman rekreasi biasa, melainkan sebuah kawasan ekowisata mandiri yang telah diakui hingga tingkat ASEAN.

Buat Sobat Atourin yang mau merencanakan liburan keluarga atau sekadar ingin melarikan diri dari hiruk pikuk perkotaan, menjelajahi pesona Desa Wisata Sanankerto yang menggabungkan konservasi lingkungan dengan kearifan lokal bisa jadi solusi yang tepat!

Hutan Bambu Terlengkap di Indonesia

Nama “Boon Pring” sendiri diambil dari bahasa Inggris Boon (anugerah) dan bahasa Jawa Pring (bambu). Destinasi ini adalah arboretum bambu yang menjadi rumah bagi lebih dari 115 jenis bambu, baik asli Indonesia maupun dari mancanegara.

Berjalan di bawah rimbunnya rumpun bambu memberikan sensasi dingin alami yang menenangkan. Keberadaan ratusan jenis bambu ini menjadikan Boon Pring sebagai salah satu museum bambu hidup paling lengkap, yang tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru desa tetapi juga sebagai pusat edukasi bagi para pelajar dan peneliti.

Daya Tarik Utama dan Aktivitas Seru

Boon Pring menawarkan paket wisata lengkap untuk segala usia. Di tengah hutan bambu, terdapat danau alami yang airnya berasal dari enam mata air lokal, dengan yang paling terkenal adalah Sumber Andeman. Berikut adalah beberapa aktivitas yang bisa Sobat Atourin lakukan:

  • Wahana Air: Di sini, Sobat Atourin bisa menyusuri danau yang tenang dengan menggunakan perahu wisata, sepeda air, atau perahu kayuh. Air danau yang jernih dengan pantulan hijau pepohonan menciptakan latar foto yang sangat estetik.

  • Berenang di Mata Air Alami: Tersedia kolam renang yang airnya dialirkan langsung dari sumber mata air. Kesegaran air murni tanpa kaporit ini menjadi favorit anak-anak maupun dewasa.

  • Wisata Edukasi Mikrohidro: Sebagai desa mandiri, Sanankerto memanfaatkan debit air dari Sumber Andeman untuk menggerakkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Wisatawan bisa melihat langsung bagaimana energi ramah lingkungan ini dihasilkan.

  • Kampung Tematik: Selain area Boon Pring, Desa Sanankerto memiliki kampung-kampung unik seperti Kampung KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) di mana warga menanam sayuran organik, serta Kampung Budaya yang memamerkan kerajinan batik motif bambu yang khas.

Satu hal yang membedakan Boon Pring dengan destinasi lain adalah ketersediaan program Adopsi Bambu. Melalui program ini, wisatawan diajak untuk berkontribusi langsung pada pelestarian alam. Dalam paket wisata ini, Sobat Atourin akan diajak melakukan pembibitan dan penanaman pohon bambu. Pohon yang kamu tanam akan diberi label nama kamu! Uniknya, Sobat Atourin bisa memantau pertumbuhan “anak asuh” bambu tersebut saat kembali berkunjung di masa depan. Inisiatif ini merupakan cara cerdas Desa Sanankerto untuk membangun ikatan emosional antara wisatawan dengan lingkungan sekitar.

Lokasi dan Harga Tiket

Boon Pring terletak di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Perjalanan dari pusat Kota Malang membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam berkendara.

Harga tiket masuknya sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp 10.000. Dengan harga tersebut, Sobat Atourin sudah bisa menikmati ketenangan hutan bambu dan keindahan danau yang asri.

Boon Pring adalah bukti nyata bagaimana sebuah desa bisa maju dengan menjaga kekayaan alamnya. Kunjungan Sobat Atourin ke sini tidak hanya memberikan kesegaran bagi pikiran, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Desa Sanankerto. Jadi, kapan nih Sob, kamu berencana “mengadopsi” bambu di Boon Pring? Save your seat guys! Jangan lupa mampir ke website Atourin, buat intip informasi lebih lanjut terkait paket wisata “Ekowisata Adopsi Bambu” atau paket wisata menarik lainnya ya!