Sobat Atourin, udah mulai butuh pelarian dan pengen liburan buat melepas lelah dengan aktivitas yang seru? Pengen jalan-jalan tapi pengen ada kegiatan untuk mengalihkan fokus dari kerjaan? Ini dia jawabannya!
Coba Sobat Atourin bayangkan, di Desa Wisata Binong, helai demi helai benang saling mengunci bukan hanya membentuk seuntai kain, tapi juga menenun cerita warisan budaya. Memasuki kawasan ini, Sobat Atourin tidak hanya akan disuguhi dengan deretan produk rajutan yang menawan, tapi juga diajak untuk menyelami kisah dibalik setiap tangan terampil para warga. Binong mengundang setiap pengunjung untuk berbagi tawa, cerita, dan ikut merajut kisah di tengah kehangatan sentra kreatif kebanggaan Jawa Barat.
Kampung Wisata Rajut Binong Jati

Kampung Wisata Rajut Binong Jati ini berlokasi di Batununggal, Kota Bandung. Nama Kampung Binong diambil dari nama pohon Binong atau Winong, yang memiliki arti kuat berakar lebat. Keunikan Kampung Wisata Rajut Binong Jati tak berhenti sampai di situ saja. Tahukan Sobat Atourin kalau, Kampung Wisata Rajut Binong Jati adalah sentra industri rajutan yang telah berdiri sejak 1960-an? Sentra industri ini kemudian menjadi daya tarik wisata d mana pengunjung yang datang pun bisa turut merasakan pengalaman merajut yang didampingi oleh para penerampil lokal. Selain itu, kampung kreatif ini menawarkan pengalaman berbelanja produk rajutan langsung dari pengerajin serta menjelajahi budaya lokal.
Menjelajahi Potensi dan Daya Tarik Wisata Kampung Wisata Rajut Binong Jati
1. Wisata Edukasi dan Workshop Seru
Berkunjung ke Kampung Wisata Rajut Binong Jati bukan cuma tentang berbelanja, tapi juga belajar dasar-dasar merajut, menyaksikan secara langsung proses teknis produksi dari pemintalan benang hingga menjadi produk siap pakai. Kegiatan ini diminati banyak sekolah, komunitas, dan bahkan wisatawan mancanegara.
2. Galeri dan Showroom Produk Lokal
Kampung Wisata Rajut Binong Jati bagai surga bagi pecinta fashion. Galeri-galeri lokal yang tak henti-hentinya memamerkan mahakarya berupa pakaian, tas, hingga aksesori rajutan dengan kualitas ekspor menunjukkan potensi ekonomi kreatif yang layak saing di kancah internasional. Produk di Kampung Wisata Rajut Binong Jati pun memiliki nilai cerita karena dibuat langsung oleh warga setempat.
3. Wisata Budaya
Keunikan lain yang bisa Sobat Atourin temukan ketika berkunjung adalah, tata ruang desa di mana hampir setiap rumah memiliki mesin rajut menciptakan suasana “kampung industri” yang khas. Menyusuri gang-gang kecil di Kampung Wisata Rajut Binong Jati, akan memberikan pengalaman visual yang unik, di mana Sobat Atourin akan bertemu dengan perpaduan antara kehidupan domestik warga dan produktivitas yang tinggi.
4. Potensi Kuliner; Tetenong
Tak hanya dimanjakan dengan aktivitas seru seberti wokshop merajut, Sobat Atourin akan disegarkan dengan minuman khas Kampung Wisata Rajut Binong Jati yaitu Tetenong. Tetenong merupakan minuman sehat khas yang menjadi permata di sudut kampung wisata ini. Diracik dari berbagai bahan alami pilihan, Tetenong bukan sekedar pelepas dahaga, tetapi juga simbol kehangatan dan kearifan lokal yang mampu memulihkan raga setelah puas berkeliling.
5. Wisata Inklusif; Kreatifitas Tanpa Batas
Lebih dari sekadar sentra industri, Kampung Wisata Rajut Binong Jati juga memancarkan pesona sebagai destinasi inklusif melalui gerakan ‘Merajut Asa Kita’ (MERAKIT). Gerakan ini membuka ruang kreativitas tanpa batas bagi kawan-kawan difabel untuk berdaya, baik melalui goresan mural yang mempercantik dinding gang desa maupun melalui kemahiran jemari mereka dalam memilin benang.
Berkunjung ke Kampung Wisata Rajut Binong Jati bukan sekadar perjalanan belanja, melainkan sebuah undangan untuk menyelami ketulusan kisah yang dirajut oleh tangan-tangan terampil warganya. Dari kehangatan segelas Tetenong yang hangat dan sehat hingga semangat inklusivitas kawan-kawan difabel. Kampung Wisata Rajut Binong Jati membuktikan bahwa kreativitas lokal mampu menghidupkan harapan yang berkelanjutan.
Yuk kita mulai rancang petualangan kita untuk menapakkan jejak di gang-gang kreatif ini! Sampai jumpa di Binong, tempat di mana setiap rajutan punya cerita!