Sobat Atourin pernah denger tentang kesenian ta’bhuta an? Atau pernahkah Sobat Atourin mendengar tentang peninggalan cagar budaya Situs Calok? Keduanya, keseniaan ta’bhuta an maupun peninggalan cagar budaya Batu Kenong, ada di satu desa wisata yang seru banget lhoh! Ada yang bisa menebak? Jawabannya adalah, Desa Wisata Arjasa!
Buat Sobat Atourin yang suka sejarah atau kebudyaan, desa wisata ini bisa jadi destinasi yang pas! Kenapa gitu? Yuk kita uraikan jawabannya!
Desa Wisata Arjasa
Desa Wisata Adat Arjasa berlokasi di Jl. Rengganis No.1, Bendelan, Arjasa, Kec. Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota, desa wisata ini menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan sejarah yang masih terjaga dengan baik. Lokasinya yang bertempat di lereng Pegunungan Argopura, desa wisata ini menyimpan banyak potensi wisata yang memukau. Mulai dari situs sejarah, kesenian batik, lukis bakar, hingga kuliner lokal dalam satu tempat. Dengan potensi wisata yang dimiliki, Desa Wisata Arjasa berfokus pada konsep edukasi wisata.
Kesenian Asli: Ta’bhuta-an

Ta’bhuta-an merupakan kesenian asli dan tertua di Jember. Kesenian ini telah menjadi Warisan tak Benda Indonesia. Kesenian ini berbentuk boneka seperti ondel-ondel Betawi. Namun yang membedakan keduanya adalah penampakan ta’butha-an tampak seram dan kedua tangannya terikat, tak seperti ondel-ondel Betawi yang terlihat ramah. Ta’butha-an diarak pada saat upacara bersih desa atau kadishah yang dilaksanakan setahun sekali. Tradisi ta’butha-an dipercaya dapat mengusir wabah yang disimbolkan sebagai raksasa. Sebelum diarak, ada beberapa ritual yang dilakukan seperti menyediakan makanan sebagai sesajian, pembacaan doa, penguburan sisa ceker, kepala, dan sayap hidangan ayam/ingkung sebagai penangkal datangnya raksasa/wabah, serta penaburan beras kuning untuk mengusir raksasa/wabah.
Peninggalan Cagar Budaya: Situs Calok

Di Lereng Pegunungan Argopuro yang melegenda, Desa Wisata Adat Arjasa menyimpan peninggalan prasejarah berupa Situs Batu dari Masa Megalitikum. Beragam bentuk dan ukuran batu dan peninggalan lainnya dapat Sobat Atourin temukan di Situs Calik ini. Ada apa aja yaa? Yuk kita intip!
- Batu Kenong, masyarakat setempat menyebut demikian karena terdapat tonjolan di atas permukaan batunya yang menyerupai instrumen kenong pada gamelan. Batu kenong merupakan batu monolit yang berbentuk seperti telur tapi tak beraturan dengan satu tonjolan di bagian atasnya.
- Menhir, yang merupakan batu monolit memanjang.
- Batu dolmen, merupakan dolmen atau meja batu yang digunakan untuk meja pemujaan.
- Punden berundak, adalah struktur bangunan suci bertingkat dari zaman Megalitikum yang berfungsi untuk tempat pemujaan roh nenek moyang di Indonesia.
- Sendhang Tirtha Amertha, merupakan kolam sumber air kahuripan di Desa Arjasa. Kolam air yang tidak pernah kering meskipun pada musim kemarau ini berada di bawah rindangnya pohon beringin.
Wah banyak sekali yaa peninggalan sejarah yang tersimpan di Desa Adat Arjasa ini. Kira-kira ada apa lagi ya di Desa Arjasa?
Kesenian Lukis Bakar

Nah selain kesenian ta’butha-an dan Situs Calok, Desa Wisata Adat Arjasa juga punya seni lukis bakar atau yang lebih dikenal dengan nama pirografi. Kalau biasanya kita melukis dengan kuas, seni lukis bakar ini merupakan teknik melukis dengan menggunakan solder listrik. Medium yang digunakan juga bukan kertas lukis biasa pastinya, tapi solder listrik tadi akan digoreskan pada medium kayu. Reaksi pembakaran antara ujung solder dan kayu akan menghasilkan warna hitam dan putih pada kayu.
Menarik sekali ya Sob! Jadi, sudah siapkah kamu untuk menyaksikan kesenian asli, bahkan tertua di jember, dan menjelajah menyusuri situs peninggalan di Desa Wisata Adat Arjasa? Yuk check ketersediaan paket wisata lewat Atourin!