Asia Africa Festival (AAF) 2026 kembali menjadi salah satu agenda budaya internasional yang memeriahkan Kota Bandung. Digelar pada 11–12 Juli 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika dan Gedung Merdeka, festival ini menghadirkan parade budaya, pertunjukan seni, bazar UMKM, serta delegasi dari berbagai negara Asia dan Afrika yang membawa semangat persahabatan dan kolaborasi lintas budaya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Atourin dipercaya sebagai Technology Partner dengan menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk mendukung operasional event. Melalui implementasi CCTV Counting dan perhitungan jejak karbon (carbon footprint), Atourin membantu penyelenggara memperoleh data yang lebih akurat dalam pengambilan keputusan sekaligus mendorong penyelenggaraan event yang lebih aman dan berkelanjutan.
Teknologi CCTV Counting Bantu Pantau Kepadatan Pengunjung
Selama festival berlangsung, Atourin mengimplementasikan teknologi CCTV Counting untuk memantau jumlah pengunjung secara real-time. Sistem ini memanfaatkan kamera CCTV dan analisis berbasis AI untuk menghitung jumlah orang yang berada di area acara tanpa perlu melakukan pencatatan secara manual.
Data tersebut membantu panitia dalam melakukan crowd control, mengidentifikasi periode dengan tingkat kepadatan tertinggi, serta menjadi dasar evaluasi penyelenggaraan event di masa mendatang.
Berdasarkan hasil pemantauan, momen dengan jumlah pengunjung tertinggi terjadi pada:
- Minggu, 12 Juli 2026 pukul 17.00 WIB dengan 1.340 pengunjung secara bersamaan.
- Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 22.00 WIB mencatat lonjakan sesaat hingga 1.330 pengunjung.
- Minggu, 12 Juli 2026 pukul 16.00 WIB menunjukkan akumulasi kepadatan yang stabil dengan 1.235 pengunjung sebelum mencapai puncak satu jam kemudian.
Insight ini memberikan gambaran pola kunjungan pengunjung selama festival, sehingga penyelenggara dapat mengoptimalkan pengaturan arus pengunjung, keamanan, hingga distribusi petugas di titik-titik strategis.
Mengukur Jejak Karbon untuk Mendukung Event Berkelanjutan

Selain membantu pengelolaan pengunjung, Atourin juga melakukan estimasi jejak karbon (carbon footprint) selama penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026.
Perhitungan dilakukan berdasarkan standar emisi yang mencakup beberapa aspek utama, yaitu transportasi, konsumsi energi, konsumsi makanan dan minuman, serta limbah yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung. Pendekatan ini mengacu pada pengelompokan emisi Lingkup (Scope) 1, Scope 2, dan Scope 3, sehingga hasil perhitungan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengurangan emisi maupun program carbon offsetting.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026 menghasilkan total 10,8 ton CO₂e atau setara dengan 10.827,9 kg CO₂e.
Rincian kontribusi emisi meliputi:
- Lingkup 1 (Transportasi langsung): 18 kg CO₂e (0,2%)
- Lingkup 2 (Energi akomodasi dan genset): 2.765,9 kg CO₂e (25,5%)
- Lingkup 3 (Konsumsi dan limbah): 8.044 kg CO₂e (74,3%)
Dari hasil tersebut terlihat bahwa konsumsi dan limbah menjadi penyumbang emisi terbesar, sehingga dapat menjadi fokus utama dalam upaya pengurangan dampak lingkungan pada penyelenggaraan festival berikutnya.
Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan manfaat selama acara berlangsung, tetapi juga menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan event.
Data kepadatan pengunjung membantu penyelenggara memahami pola kunjungan berdasarkan waktu, sementara data jejak karbon memberikan gambaran mengenai dampak lingkungan yang dihasilkan dari sebuah event berskala besar. Kombinasi kedua informasi tersebut memungkinkan penyelenggara mengambil keputusan yang lebih tepat dalam aspek operasional maupun keberlanjutan.
Komitmen Atourin dalam Mendukung Event Berbasis Teknologi
Sebagai Technology Partner, Atourin terus menghadirkan solusi digital yang mendukung penyelenggaraan event, destinasi wisata, hingga kawasan pariwisata di Indonesia.
Melalui teknologi seperti CCTV Counting, analisis data pengunjung, serta carbon footprint assessment, Atourin membantu penyelenggara memperoleh insight yang akurat untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung, memperkuat aspek keamanan, dan mendorong implementasi prinsip sustainable tourism dalam setiap penyelenggaraan acara.
Kolaborasi pada Asia Africa Festival 2026 menjadi salah satu wujud komitmen Atourin dalam menghadirkan inovasi teknologi yang tidak hanya mendukung kelancaran operasional event, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan data untuk penyelenggaraan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.