Bali kembali membawa kabar membanggakan. Desa Wisata Dukuh Penaban di Karangasem resmi meraih Juara 1 Nasional kategori Desa Wisata Berbasis Budaya dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan simbolis, tetapi hasil dari konsistensi desa dalam menjaga tradisi, membangun ruang edukasi budaya, dan mempertahankan lingkungan yang bersih dan terawat.

Penghargaan diberikan pada Jumat (5/12) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat. Ketua Desa Wisata Dukuh Penaban, I Nengah Sudana Wiryawan, menerima langsung piagam penghargaan yang ditandatangani Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri.

Perjalanan Dukuh Penaban Menuju Juara Nasional

Saat desa ini dibentuk pada 2017, tujuan awalnya sederhana, untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan. Namun dari komitmen kecil itu, muncul berbagai aktivitas budaya yang tumbuh secara organik, mulai dari belajar nyurat aksara Bali, membaca lontar, konservasi lontar, menari, hingga majejahitan.

Dari kumpulan kegiatan berbasis budaya inilah desa mulai menemukan arah pengembangannya. Aktivitas seperti nyurat aksara Bali, membaca dan merawat lontar, hingga seni tari dan majejahitan yang awalnya dilakukan hanya untuk menjaga tradisi, perlahan berkembang menjadi program terstruktur yang bisa diikuti berbagai kalangan. Warga melihat bahwa minat terhadap budaya lokal sebenarnya tinggi, hanya perlu wadah yang rapi dan konsisten, sebuah kesadaran yang kemudian mendorong Dukuh Penaban memperkuat kapasitas komunitas, membangun ruang belajar bersama, dan menempatkan pelestarian budaya sebagai fondasi pertumbuhan desa.

Museum Pustaka Lontar: Bukti Nyata Pelestarian Budaya

alah satu faktor penting yang membawa Dukuh Penaban menjadi juara adalah keberadaan Museum Pustaka Lontar, yang dibangun dengan semangat gotong royong warga. Museum ini bahkan meraih Rekor MURI pada 13 Januari 2024 sebagai desa adat pertama yang membangun museum lontar secara kolektif.

Fungsinya tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga:

  • menjadi ruang konservasi lontar milik warga,

  • menyediakan kelas edukasi aksara dan sastra Bali,

  • memfasilitasi praktik menulis lontar dengan teknik tradisional.

Bagi wisatawan, museum ini bukan tempat melihat artefak semata, melainkan ruang pengalaman. Pengunjung bisa mencoba langsung menulis aksara Bali di daun lontar menggunakan alat tradisional.

Apa yang Membuat Dukuh Penaban Menonjol?

Kemenangan Dukuh Penaban bukan hanya soal fasilitas yang dimiliki, tetapi cara desa menjaga keterhubungan antara budaya, alam, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

1. Wisata Edukasi Lontar

Wisatawan belajar menulis aksara Bali, membaca naskah kuno, hingga mengenal proses pembuatan lontar. Pengalaman ini memberi wawasan budaya yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.

2. Budaya Tradisional yang Tetap Dipraktikkan

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan:

  • melukat (ritual pembersihan diri),

  • belajar menari dan menabuh gamelan,

  • membuat tape singkong,

  • majejahitan dan membuat sarana upakara.

Semua kegiatan ini dijalankan oleh warga yang memang melakukan praktik budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

3. Komitmen Lingkungan yang Konsisten

Dari awal berdirinya, desa sudah mengelola sampah plastik dan menjaga kebersihan sebagai prioritas. Dampaknya terlihat jelas: desa bersih, udara segar, dan suasana pedesaan yang tenang.

4. Arsitektur Bali Kuno

Banyak bangunan pusat aktivitas desa menggunakan material lokal seperti batu dan tanah, sehingga menciptakan nuansa Bali kuno yang masih terjaga.

5. Kuliner Khas Desa

Menu yang patut dicoba adalah Lawar Daun Jepun, kuliner tradisional yang unik dan jarang dijumpai di tempat lain.

Pengalaman Tambahan yang Bisa Dinikmati

Selain budaya lontar, Dukuh Penaban menawarkan berbagai aktivitas lain yang memperkaya pengalaman wisata:

  • yoga, spa, dan pijat tradisional,

  • trekking dan eksplorasi alam,

  • aktivitas pertanian seperti membajak sawah dan menanam padi,

  • penginapan lokal untuk wisatawan yang ingin tinggal lebih lama.

Desa ini menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin menikmati sisi Bali yang tenang, edukatif, dan jauh dari keramaian.

Dukuh Penaban, Contoh Baik dari Bali untuk Indonesia

Kemenangan Desa Wisata Dukuh Penaban di Wonderful Indonesia Awards 2025 menunjukkan bahwa desa wisata bisa berkembang tanpa meninggalkan jati diri. Pelestarian budaya, edukasi masyarakat, dan kolaborasi warga menjadi fondasi yang membuat desa ini layak menjadi juara.

Dukuh Penaban tidak hanya menang penghargaan, mereka menunjukkan bahwa budaya bisa tetap relevan, hidup, dan menggerakkan ekonomi lokal.

Ingin tahu lebih banyak desa wisata inspiratif lainnya? Follow Instagram @atourin dan jelajahi destinasi menarik di atourin.com!