Sobat Atourin, pernah denger tentang Muara Gembong gak? Buat Sobat Atourin yang tinggal di daerah Bekasi atau Jakarta pasti udah ga asing ya sama nama ini. Muara Gembong adalah suatu wilayah pesisir di Bekasi Utara. Tapi sedihnya, akhir-akhir ini berita yang datang dari Muara Gembong sangat mengkhawatirkan. Pulau yang perlahan terkikis, banjir rob, habitat hewan yang perlahan hilang.
Ada artikel blog dari website lindungihutan.com yang berjudul Muaragembong Bekasi: Ekosistem Mangrove dan Persoalan Lingkungannya, menceritakan kondisi Muara Gembong sekarang ini, dimana ekosistem mangrove di Muara Gembong mengalami banyak perubahan fungsi menjadi tambak, pemukiman, ladang, sawah dan peruntukan lainnya. Menurunnya ekosistem mangrove ini tentu memberikan dampak bagi lingkungan sekitar, intrusi laut dan abrasi yang hingga kini belum terkendali, kualitas lingkungan yang menurun, dan hewan-hewan kehilangan “rumah”nya. Selain itu, Kitabisa.org dalam artikel blog-nya juga menyampaikan bahwa mangrove berperan penting dalam menopang ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat pesisir.
Tapi dibalik cerita sedih soal abrasi dan kerusakan lingkungan karena alih fungsi lahan yang kurang bijaksana, ada hati yang tergerak dan semangat yang berkobar untuk memulihkan lingkungan kita. Ini adalah cerita tentang gimana kita bisa ambil bagian buat mengembalikan keadaan lewat aksi nyata kita!
Sebelum bergerak lebih jauh, yuk kita sama-sama mengenal terlebih dahulu mengenai Muara Gembong. Muara Gembong sebenarnya adalah garda terdepan pesisir Kabupaten Bekasi. Wilayah pesisir ini sedang mengalami krisis hutan mangrove yang seharusnya menjadi ‘pagar’ pelindung yang perlahan hilang dan berubah bentuk menjadi tambak atau pemukiman.
Tapi, Kenapa Mangrove Jadi “pahlawan super” Buat Wilayah Pesisir?

Kenapa ya rasanya tanaman mangrove ini penting banget? kenapa sih kita harus repot nanam mangrove? Jawabannya sederhana banget Sobat Atourin, karena mangrove itu ibarat superhero buat lingkungan kita.
Mulai dari akarnya, batangnya, sampai daunnya semua berperan dalam menjaga lingkungan kita. Akar pohon mangrove itu kuat dan efektif banget buat menahan hantaman ombak dan mengikat lumpur supaya tanah nggak gampang hilang. Kulit kayu dari pohon mangrove bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, secara teknis mangrove bisa menyerap karbon sebanyak 4-5 kali lipat dibanding hutan tropis di darat. Jadi, menanam satu pohon disini, manfaat yang dihasilkan buat mendinginkan bumi itu berasa banget!
Buat Sobat Atourin yang punya semangat yang sama buat turut serta menjaga keasrian lingkungan kita, ikut dalam aksi ButuHijau adalah salah satu solusinya! Yuk kita kepoin!
Apa sih itu ButuHijau?
ButuHijau dari Atourin ini hadir sebagai solusi buat Sobat Atourin yang peduli akan kondisi lingkungan kita tapi masih bingung mau mulai berkontribusi dari mana. ButuHijau adalah movement peduli lingkungan soal keberlanjutan dan tanggung jawab. Lebih dari sekedar menanam, nanam mangrove lewat aksi ButuHijau tuh ibarat kita lagi membangun “benteng buat masa depan” kita. Akar mangrove yang kuat bakal mengikat sedimen tanah dan polutan yang terkandung dalam air, buat mencegah air laut yang tercemar masuk ke pemukiman, dan ajdi rumah buat ikan serta udang yang jadi sumber mata pencaharidan nelayan lokal.

Without Any Further Do, Yuk Ikut Gerakan ButuHijau!
Nggak perlu jadi aktivis lingkungan kelas dunia atau jadi menteri lingkungan hidup untuk bisa paham kalau lingkungan kita sedang butuh bantuan. Bumi kita butuh hati yang peduli dan tangan yang bergerak untuk melakukan hal kecil secara konsisten. Untuk itu, cukup dengan mendukung aksi ButuHijau, kita bisa kasih udara segar yang baru buat bumi kita.
Pohon yang kita tanam hari ini adalah oksigen dan perlindungan kita buat masa yang akan datang. Yuk, mulai bergerak dan bikin perjalanan kita lebih bermakna dan berdampak bareng Atourin!