Kalau liburan ke Lombok, biasanya yang kebayang di pikiran kita pasti pantai-pantai cantik atau Rinjani yang megah itu, kan? Tapi, tahukah kamu kalau Lombok juga punya sisi budaya yang unik banget dan jarang dibahas wisatawan? Salah satunya ada di Desa Sasak Ende, sebuah desa adat yang masih mempertahankan kearifan lokal, termasuk rumah adat yang punya cerita seru di balik setiap sudutnya.

Buat kamu yang pengin liburan beda dari biasanya, berkunjung ke Desa Sasak Ende bisa jadi pengalaman baru yang nggak cuma seru tapi juga bikin kamu makin kenal sama budaya asli Lombok. Nah, sebelum ke sana, yuk kenalan dulu sama lima fakta menarik rumah adat Sasak Ende yang jarang orang tahu!

Sekilas Tentang Desa Sasak Ende

Desa Sasak Ende terletak di Dusun Ende, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dan masih menjadi rumah bagi masyarakat asli Suku Sasak. Berbeda dari desa wisata pada umumnya, di sini kamu benar-benar bisa melihat langsung kehidupan sehari-hari masyarakatnya yang masih kental dengan tradisi turun-temurun. Salah satu daya tarik utamanya adalah rumah adat yang tersusun rapi dan punya desain khas dengan material alami dari alam sekitar.

Nggak cuma itu, setiap rumah di Desa Sasak Ende punya cerita dan fungsinya masing-masing, lho. Jadi, jalan-jalan di sini tuh rasanya kayak nostalgia balik ke masa lalu, tapi tetap hidup sampai sekarang.

 

5 Fakta Menarik Desa Sasak Ende yang Jarang Diketahui

  • Lantai dari Kotoran Ternak? Iya, Beneran!


    Fakta pertama yang paling sering bikin wisatawan kaget adalah bahan lantainya. Tapi jangan keliru, tidak semua rumah menggunakan campuran kotoran ternak, hanya Bale Tani dan Bale Jajar yang biasanya dihuni warga kelas menengah atau petani Sasak. Lantainya dibuat dari campuran tanah liat, abu jerami, dan kotorn ternak (kerbau atau sapi). Campuran ini dipercaya bisa membuat lantai lebih kuat, padat, dan tahan retak. Selain itu, lantai ini dibersihkan secara rutin menggunakan kotoran ternak yang dicampur air. Biasanya setiap 4-5 hari sekali, lantai dicuci, didiamkan sekitar 20 menit sampai kering, lalu disapu dan digosok dengan batu supaya tetap bersih tanpa bau. Tradisi ini juga punya makna religius, sebelum ritual tertentu lantai rumah harus dicuci pakai kotoran kerbau karena dianggap lebih suci dibanding kotoran sapi. Cara ini membuat rumah tetap nyaman, adem, dan terjaga kualitasnya sepanjang waktu.

 

  • Pintu Rumah yang Rendah, Ternyata Ada Filosofinya

    Pernah lihat pintu rumah yang sengaja dibuat pendek banget? Di rumah adat Sasak Ende, pintunya memang rendah dan mengharuskan siapa pun yang masuk buat menunduk dulu. Hal itu bukan tanpa alasan, sengaja di desain seperti itu supaya mengajarkan tamu untuk bersikap sopan dan rendah hati ketika memasuki rumah orang lain. Menunduk di depan pintu jadi simbol penghormatan terhadap tuan rumah. Rumah adat Sasak Ende juga tidak memiliki banyak pintu. Pintu depan merupakan satu-satunya yang menghubungkan dengan dunia luar, kerangka utamanya terbuat dari bambu.

 

  • Dibangun Tanpa Paku, Hanya Mengandalkan Bahan AlamHal lain yang membuat rumah adat Sasak Ende menarik adalah teknik pembangunannya yang menggunakan bahan-bahan alam dari Lombok, seperti bambu, kayu, jerami, dan alang-alang. Bahkan, paku yang digunakan untuk menautkan kayu bukan dari besi, tapi terbuat dari bambu. Metode ini mencerminkan tradisi dan nilai yang dianut Suku Sasak, di mana setiap rumah dibangun sesuai sumber daya lokal dan cara hidup masyarakat setempat. Desainnya bukan sekadar bangunan, tapi juga sarana untuk menjaga kearifan budaya yang diwariskan turun-temurun.

 

  • Atapnya dari Ilalang dengan Kemiringan Khusus yang Tahan Lama
    Rumah adat Sasak Ende punya atap yang hampir menyentuh tanah, dengan rata-rata tinggi hanya sekitar 1-2 meter dari permukaan. Atap ini terbuat dari ilalang kering dan dipasang dengan teknik tradisional turun-temurun. Bentuk dan kemiringannya bukan cuma soal estetika, tapi juga berfungsi untuk mengatur aliran air hujan, menjaga privasi pemilik rumah, serta mengingatkan tentang filosofi hidup yang rendah hati. Atap ilalang ini biasanya diganti secara berkala setiap 5-8 tahun, tergantung kondisi cuaca dan kerusakan. Selain itu, struktur atap yang alami dan rendah ini juga lebih fleksibel dan aman menghadapi gempa, sesuai kebutuhan lingkungan Lombok yang berada di zona aktif lempengan bumi. Dengan begitu, rumah adat bisa tetap kokoh, nyaman, dan aman bagi penghuninya.

 

  • Ada Pembagian Ruang yang Punya Filosofi Sendiri
    Di dalam rumah adat Sasak Ende, setiap ruangan dibangun sesuai kebutuhan dan fungsinya, bukan sekadar besar atau megah seperti rumah modern. Misalnya, “Inen Bale” atau induk rumah biasanya dihuni oleh para Perempuan, sementara “Bale Duah” atau rumah luar diperuntukkan bagi para lelaki. Selain itu, ada “Bale Dalem” atau rumah dalam yang difungsikan untuk menyimpan harta benda atau hasil panen. Penataan ini menunjukkan bahwa leluhur Desa Sasak Ende benar-benar memahami pentingnya fungsi setiap ruangan dan bagaimana rumah bisa mendukung kehidupan penghuninya sekaligus mencerminkan filosofi hidup mereka.

 

Kenapa Wajib Masuk Itinerary?

Selain keunikannya, berkunjung ke Desa Adat Sasak Ende juga memberi pengalaman yang beda banget dari wisata mainstream di Lombok. Kamu bisa ngobrol langsung sama penduduk lokal, melihat proses pembuatan kain tenun, atau sekadar duduk santai di bale sambil dengerin cerita tentang tradisi mereka.

Jadi, kalau selama ini kamu cuma eksplor pantai-pantai di Lombok, sekarang saatnya nambah satu destinasi baru yang bikin liburanmu lebih berkesan.

 

Siap Jelajahi Sasak Ende?

Itu dia lima fakta menarik rumah adat Sasak Ende yang jarang oran tahu. Gimana? Menarik banget kan! Ternyata rumah adat di Lombok nggak cuma unik secara bentuk tapi juga filosofi dan fungsinya.

Biar perjalananmu makin gampang dan nggak ribet atur itinerary sendiri, kamu bisa langsung ikut paket wisata paket wisata Amazing Soul Sasak Ende bareng Atourin yang bisa langsung diakses disini. Dengan paket ini, kamu bisa eksplor budaya lokal sekaligus dapet pengalaman seru yang pastinya nggak bakal kamu temuin di tempat lain.

Kalau kamu pengin tahu lebih banyak tentang wisata di seluruh Indonesia, langsung aja kunjungi website Atourin di atourin.com. Jangan lupa follow juga Instagram @atourin untuk update destinasi seru dan tips liburan yang bikin pengalamanmu makin lengkap!